Berita

Serial siskusi Ngobrol Ber-Energi bertema "Telaah Kebijakan Penyesuaian Harga BBM untuk Subsidi Tepat Sasaran", di Oktaf Coffee, Tebet, Jakarta Selatan/Ist

Politik

PB HMI: Harus Dipahami, Tujuan Subsidi untuk Masyarakat Ekonomi Kelas Bawah

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 04:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Rencana penyesuaian subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar yang menjadi keresahan masyarakat, tidak mesti diartikan negatif. Tetapi, ada sisi baik agar subsidi betul-betul diterima masyarakat yang berhak.

Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Pembangunan Energi, Migas dan Minerba (PEMM) Muhamad Ikram mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian dan mendapati bahwa subsidi BBM juga banyak dinikmati masyarakat menengah atas.

"Harus dipahami dulu bahwa subsidi BBM jenis Solar dan Pertalite selama ini juga dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Padahal tujuan subsidi ini kan untuk masyarakat ekonomi ke bawah," kata Ikram dalam serial diskusi Ngobrol Ber-Energi bertema "Telaah Kebijakan Penyesuaian Harga BBM untuk Subsidi Tepat Sasaran", di Oktaf Coffee, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (31/8).


Menurutnya, daripada anggaran subsidi energi yang dilaporkan sebesar Rp 502,4 triliun dipakai tanpa tepat sasaran, akan lebih baik jika dialihkan untuk sektor lain yang lebih membutuhkan seperti kesehatan, pendidikan dan pelayanan sosial.

"Atau, kenapa tidak dialihkan ke sektor infrastruktur atau yang lain? Kami menyarankan agar subsidi difokuskan pada manusianya dulu ketimbang pada komoditinya. Untuk itu, langkah pemerintah mengalihkan subsidi dari komoditi ke manusia adalah langkah tepat," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PP KAMMI Edo Hendra Kusuma mengatakan, langkah pemerintah menyesuaikan subsidi BBM yang selama ini tidak tepat sasaran, patut untuk dikaji sehingga arah kebijakan mampu dipastikan bermuara untuk kepentingan masyarakat

"Dengan kata lain, skema subsidi komoditi yang tadinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu justru faktanya sebagian besar dimanfaatkan kelompok mapan. Di sinilah duduk soalnya," kata Edo.

Karena itu, dia meminta seluruh komponen masyarakat agar mengkaji arah kebijakan pengalihan subsidi energi ini sampai kepada kelompok yang berhak mendapatkannya.

"Kuncinya di pengawalan saja. Jika ini dikawal dengan baik, saya yakin perubahan skema subsidi ini akan jauh bermanfaat," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya