Berita

Muhammad Ryano Satrya Panjaitan mengibarkan panji KNPI usai terpilih aklamasi dalam kongres/Net

Politik

Terpilih Secara Sah, Menpora Diminta Tetapkan Ryano Pandjaitan sebagai Ketum KNPI

KAMIS, 01 SEPTEMBER 2022 | 02:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kementerian Pemuda dan Olahraga tidak boleh tutup mata dan melakukan pembiaran atas berlarutnya konflik di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hingga terdapat lebih dari dua kepengurusan.

Ketua Umum Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) Candra Halim mengatakan, kondisi dualisme KNPI tidak akan berlarut-larut jikan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dapat tegas mengambil sikap.

"Karena jika tidak sudah sejak lama Kemenpora mengambil langkah tegas dengan menetapkan satu Kepemimpinan DPP KNPI yang sah dan legitimate," ujar Candra Halim kepada wartawan, Rabu (31/8).


Dikatakan Candra, Pemuda Indonesia sejatinya sudah menentukan jalan sendiri dengan melaksanakan Kongres Bersama atau Kongres Penyatuan KNPI yang diikuti lebih dari 200 OKP yang berhimpun sebagai pemilik suara yang sah dan berdaulat.

Adapun hasil Kongres Penyatuan KNPI menetapkan Muhammad Ryano Pandjaitan sebagai ketua umum.

Oleh karena itu, lanjutnya, Konsorsium Pemuda Indonesia (KPI) menyatakan sikap dan menutut Menpora Zainudin Amali untuk mengambil langkah taktis dan strategis dengan menetapkan satu kepemimpinan DPP KNPI yang sah dan legitimate.

"Kami meminta Menpora menetapkan M. Ryano Pandjaitan sebagai Ketua Umum DPP KNPI yang sah dan legitimate karena dipilih melalui Kongres Penyatuan," tegasnya.

Dia juga berharap, Kemenpora melakukan resolusi konflik sebagai jalan keluar dari konflik banyaknya pihak yang mengaku sebagai Ketua Umum DPP KNPI.

Candra juga melayangkan somasi kepada Menpora Zainuddin untuk bisa melaksanakan tuntutan mereka dalam tempo tiga hari ke depan.

"Jika dalam tempo tiga hari tidak menetapkan DPP KNPI yang sah, kami meminta Presiden Joko Widodo mencopot Zainudin Amali sebagai Menpora karena tidak mampu menyelesaikan konflik dalam tubuh KNPI," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya