Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni/Repro

Politik

Pimpinan Komisi III: Kalau Tidak Ada Irsus, Skenario Ferdy Sambo Bisa Berjalan Mulus

RABU, 31 AGUSTUS 2022 | 04:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Inpektorat Khusus (Irsus) yang dibentuk Mabes Polri memiliki peran sentral dalam mengusut pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang menjerat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dalam podcast Deddy Corbuzier yang ditayangkan Selasa (30/8).

Sahroni mengatakan, saat kasus itu pertama muncul, diha tidak banyak berkomentar selain menyatakan pembunuhan itu karena untuk melindungi anak dan istri dari tindakan pelecehan yang dituduhkan kepada Brigadir J seperti disampaikan penegak hukum.


"Waktu itu gue lagi haji, lagi di Makkah, feeling gue mengatakan pasti ada sesuatu, pasti ada sesuatu, makanya waktu itu gue statemen untuk menjaga istri dan anaknya," kata Sahroni.

Seiring berjalannya waktu, kata Sahroni, Mabes Polri kemudian memutuskan untuk memutasi dan mencopot sejumlah personel yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Setelah perjalanan memakan waktu sebulanan, akhirnya terbongkar (fakta-fakta pembunuhan Brigadir J), itu pun karena semua perangkat sudah dimutasi," kata dia.

Legislator Partai Nasdem itu menambahkan, jika sata Irsu tidak dibentuk dan tidak ada mutasi. Maka, fakta pembunuhan Brigadir J tidak akan terungkap dan skenario yang dirancang Ferdy Sambo pun bisa berjalan mulus.

"Kalau memang tidak ada Irsus dan pengakuan dari mereka yang terlibat, dan mengatakan sebenarnya, menang pasti (rencana Sambo), skenario ini berjalan bahwa ini pelecehan," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya