Berita

Kementerian Luar Negeri Kamboja/Net

Dunia

Kamboja Perangi Perdagangan Manusia, Ratusan Pekerja Berhasil Diselamatkan Termasuk dari Indonesia

SENIN, 29 AGUSTUS 2022 | 06:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kamboja akan lebih keras dan ketat lagi dalam menanggulangi dan mengawasi kasus perdagangan orang yang belakangan semakin marak dan melibatkan orang-orang dari beberapa negara.

Kementerian Luar Negeri Kamboja dalam pernyataannya pada Minggu (28/8) mengungkapkan, beberapa kedutaan asing  telah mendesak penyelidikan atas kasus perdagangan orang di Kamboja, dan meminta Kementerian membantu  warga mereka yang telah tertipu dan jatuh ke dalam kerja paksa di Kamboja.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Chum Sounry mengatakan kepada wartawan bahwa permintaan datang dari kedutaan besar Bangladesh, India, Indonesia, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Filipina dan Thailand. Kementerian secara aktif menanggapi permintaan tersebut dan bekerja dengan otoritas terkait untuk menyelesaikan insiden tersebut.


“Kementerian telah bekerja sama dengan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan jika ada kecurigaan adanya kegiatan perdagangan manusia,” katanya, seperti dikutip dari Vietnam Plus.

Geng kriminal telah menggunakan kelemahan Kamboja untuk melakukan penipuan yang melibatkan para pencari kerja. Menteri Dalam Negeri Sar Kheng mengatakan saat ini pemerintah fokus untuk menangani para penjahat ini.

Kasus perdagangan orang di Kamboja semakin meningkat. Pada Agustus tahun ini, pihak berwenang telah melakukan operasi untuk campur tangan dalam tujuh kasus perdagangan manusia dan menyelamatkan 26 orang dari enam kebangsaan yang berbeda.

"Sebanyak 23 tersangka dari empat negara berbeda telah ditahan di provinsi Preah Sihanouk, Pursat, Svay Rieng dan Oddar Meanchey," kata Kheng.

Total sejak 1 Januari hingga Agustus 2022, pihak berwenang Kamboja telah menyelamatkan sekitar 865 orang asing dari perdagangan manusia dalam 87 kasus yang terjadi di negara itu.

Para pencari kerja asing ini ditipu melalui media sosial untuk melintasi perbatasan secara ilegal ke Kamboja, dengan janji pekerjaan bergaji tinggi.

Ternyata, mereka dipaksa untuk bekerja di perusahaan perjudian online ilegal dan menjadi korban perdagangan manusia.

Kheng mengatakan, para penjahat telah memperdagangkan dan memindahkan mereka dari satu perusahaan ke perusahaan lain, atau dari satu kelompok ke kelompok lain. Mereka mengalami kekerasan dan intimidasi jika mereka tidak mematuhi perintah.

Kheng mengutuk tindakan tidak manusiawi ini, dengan mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk memerangi kejahatan ini.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya