Berita

Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan/Net

Politik

Arteria Dahlan Kritik Kejagung Hanya Jerat Pensiunan, Arief Poyuono: Pak Dewan Kebanyakan Tidur Kali Ya...

KAMIS, 25 AGUSTUS 2022 | 15:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan diminta memperbaharui data sebelum melontarkan kritik terhadap kinerja Kejaksaaan Agung dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Begitu dikatakan politisi kawakan Arief Payuono merespon kritik Arteria Dahlan yang menyebut penanganan kasus korupsi di Kejagung hanya bisa menjerat pensiunan.

"Pak dewan yang terhormat ini juga kayaknya kebanyakan tidur kali ya, sehingga enggak update kasus-kasus korupsi kakap yang sudah berhasil diungkap oleh Kejaksaan seperti korupsi di Jiwasraya dan Asabri yang jumlahnya puluhan triliun," ujar Arief Poyuono kepada wartawan, Kamis (25/8).


Arief mengingatkan kembali pada Arteria, bahwa baru-baru ini Kejagung berhasil menangkap buronan kakap Surya Darmadi (SD) alias Apeng selaku pemilik PT Duta Palma Group.

"Kejaksaan Agung itu baru aja kemarin nangkap buronan kelas kakap koruptor Rp 78 triliun Surya Darmadi yang selama ini jadi buronan KPK," katanya.

"Lah apa jangan-jangan Pak Dewan dari PDI Perjuangan ini juga udah linglung kali ya, waktu rame minyak goreng langka, Kejaksaan Agung berhasil menjerat para koruptor mafia ekspor CPO loh, itu pejabat kemendagnya belum pada pensiun tuh," bebernya lagi.

Terpenting, kata Arief lagi, namanya peristiwa korupsi bisa merupakan peristiwa yang terjadi di masa lalu yang selama ini tidak ada yang berani bongkar. Sehingga, wajar jika belakangan terbongkar dan tersangkanya sudah pensiunan.

"Sekarang ini Kejaksaan Agung adalah institusi yang paling trengginas ngeberantas korupsi yang terjadi di masa lalu, ya jelas dong pelakunya sudah ada yang pensiun dan sudah ada yang mati dong," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya