Berita

Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Julius Ibrani/Net

Politik

Hentikan Isu Liar Pembunuhan Brigadir J, PBHI: Awas Ada yang Memancing di Air Keruh

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 19:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pengusutan fakta kasus pembunuhan Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J harus fokus pada pro justitia tanpa harus terjebak pada berbagai isu-isu lain yang belakangan muncul.

Begitu dikatakan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Julius Ibrani mengomentari gonjang ganjing tentang isu di luar kasus pembunuhan Brigadir J. Menurutnya, isu-isu itu berpeluang besar menutup fakta yang seharusnya diungkap.  

"Hentikan dulu gonjang-ganjing tentang isu di luar pembunuhan, obstruction of justice, dan etik. Fokus pada pro justitia agar segera selesai dan berfokus pada persoalan lain yang lebih besar," ujar Julius kepada wartawan, Selasa (23/8).


Kata dia, jangan sampai karena banyaknya isu yang muncul kemudian ada pihak-pihak tertentu yang bermain untuk melancarkan satu kepentingan tertentu.

Apalagi, lanjut Julius, institusi Polri adalah institusi yang mengenal jenjang karir bagi setiap personelnya.

"Sering ada yang memancing di air keruh. Sering ada penunggangan dalam sebuah tragedi demi kontestasi jabatan," katanya.

"Hal ini karena merit sistem yang belum terbangun secara baik dalam institusi kepolisian," pungkas Julius.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya