Berita

Beberapa tank diparkir di Paju, Korea Selatan, pada 21 Agustus 2022, sehari sebelum AS dan Korea Selatan dijadwalkan memulai latihan Ulchi Freedom Shield dari 22 Agustus hingga 1 September di Korea Selatan/Net

Dunia

Ahli Semenanjung Korea: China Harus Waspadai Latihan Militer AS-Korsel

SELASA, 23 AGUSTUS 2022 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Latihan militer gabungan terbesar AS dan Korea Selatan yang dimulai Senin (22/8) ikut menarik perhatian sejumlah pengamat Tiongkok. Mereka memperingatkan latihan itu akan meningkatkan ketegangan di semenanjung dan Asia yang lebih luas, dan negara-negara regional termasuk China akan sangat waspada.

AP melaporkan, latihan musim panas yang disebut Ulchi Freedom Shield (UFS), akan berlangsung mulai 22 Agustus hingga 1 September di Korea Selatan.

Puluhan ribu tentara dilaporkan terlibat dalam latihan tembakan langsung yang menggabungkan angkatan darat, laut, dan udara.


Kantor Berita Xinhua melaporkan pada 16 Agustus lalu bahwa Korea Utara mengecam latihan itu sebagai gladi bersih untuk invasi ke utara.

Lu Chao, seorang ahli masalah Semenanjung Korea di Liaoning Academy of Social Sciences mengatakan latihan militer bersama yang dipimpin oleh AS ini memiliki lebih banyak makna dan tujuan, tidak hanya ditujukan untuk Korea Utara tetapi juga untuk melenturkan otot AS di kawasan Asia-Pasifik. Juga untuk menunjukkan kehadiran militernya di wilayah tersebut serta untuk menghalangi China.

"Selama latihan, AS kemungkinan akan mengerahkan lebih banyak senjata strategis, seperti kapal induk dan pembom strategis," kata Lu, mencatat bahwa China perlu waspada terhadap hal ini di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Taiwan, seperti dikutip dari Global Times.

"Latihan militer akan meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea, yang selalu dianggap sebagai "tong bubuk" di kawasan Asia-Pasifik, dan perkembangan situasi di semenanjung akan mempengaruhi perdamaian dan stabilitas Asia Timur Laut dan bahkan semua Asia," Lu memperingatkan.

Sementara itu pakar militer China Song Zhongping mengatakan jika kekacauan Semenanjung Korea pecah, itu juga akan menjadi ancaman bagi keamanan nasional China.

"Selain itu, latihan tersebut pasti akan menarik perhatian Jepang, dan kemungkinan Jepang akan terlibat dalam latihan militer antara AS dan Korea Selatan di masa depan tidak dapat dikesampingkan," kata Song.

Pakar militer itu lalu memperingatkan bahwa AS sedang melakukan upaya dalam membangun aliansi militer trilateral.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya