Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

10 Tahun Buron, Bandar Judi Online Asal China Akhirnya Diringkus Polisi Thailand

KAMIS, 18 AGUSTUS 2022 | 15:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Polisi Thailand berhasil meringkus seorang buronan China pada pekan lalu. Ia diduga menjalankan situs judi online ilegal.

Adalah She Zhijiang, seorang pria berusia 40 tahun yang merupakan warga negara China dan juga memegang paspor Kamboja.

She telah buron sejak 2012, ketika melarikan diri dari otoritas China karena terlibat dengan operasi perjudian online ilegal di Asia Tenggara.


"Dia adalah tersangka yang diinginkan otoritas China. Proses ekstradisi ke China saat ini sedang berlangsung," kata jurubicara kepolisian Thailand, Kissana Phathanacharoen pada Senin (15/8).

Penangkapan She berdasarkan surat perintah internasional dan red notice Interpol.

Dikutip dari The Print, She adalah ketua Yatai International Holdings Group, yang melakukan investasi game di Kamboja hingga Filipina.

Terbaru grup itu mengembangkan megaproyek kompleks kasino, hiburan, dan pariwisata senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 220 triliun di negara bagian Kayin, Myanmar yang disebut Shwe Kokko. Akan tetapi, megaproyek ini kemudian dihentikan pada tahun 2019 dan diselidiki oleh pemerintah Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) karena disebut meragukan.

Meski begitu, pada tahun 2020, manajemen Yatai dikabarkan kembali melanjutkan operasi perjudiannya ini. Tahun itu bersamaan dengan Covid-19, sehingga banyak warga negara Thailand dan China yang ditangkap di Mae Sot oleh polisi perbatasan Thailand setelah memasuki negara ini secara ilegal.

Mereka yang ditangkap kemudian mengaku pernah bekerja di kasino Shwe Kokko. Kesaksian ini kemudian menjadi petunjuk bagi pihak berwenang bahwa kasino online dan tradisional masih beroperasi di Myanmar.

Sementara itu, Kolonel Chit Thu yang berkolaborasi dengan Yatai Group mengatakan proyek di Shwe Kokko saat ini telah dihentikan. Tetapi dia tidak mengatakan bahwa penutupan proyek itu terkait dengan penangkapan She.

“Saya pikir dia ditangkap karena keterlibatannya sebelum proyek Shwe Kokko,” kata kolonel itu.

Dari Januari 2018 hingga Febuari 2021, She diyakini telah mengepalai geng kriminal, yang kemudian berkolusi membangun perusahaan dan mengembangkan platform judi online di Asia Tenggara.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya