Berita

Tari Isosolo dipertontonkan dalam rangkaian penutupan upacara penurunan bendar merah putih di Istana Merdeka/Repro

Nusantara

Tarian Kerukunan Khas Papua Ditampilkan di Upacara Penurunan Bendera Merah Putih

RABU, 17 AGUSTUS 2022 | 22:05 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Upacara penurunan bendera negara sang merah putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu sore (17/8), menampilkan tarian kerukunan khas Papua.

Berdasarkan siaran langsung kanal Youtube Sekretariat Presiden, tarian kerukunan khas Papua tersebut bernama Tari Isosolo yang berlangsung sekira pukul 15.50 WIB.

Nama Tari Isosolo sendiri diambil dari dua istilah yang berbeda, yaitu Iso yang berarti bersukacita dan menari mengungkapkan persaaan hati.


Sedangkan Solo atau Holo berarti kelompok atau kawanan dari semua kelompok umur baik anak-anak, ibu-ibu atau orang dewasa laki-lai yang menari.

Di dalam Upcara Penurunan bendera Negara Sang Merah Putih sore ini, terdapat puluhan kaum lelaki dan perempuan asli Papua yang menjadi penari Tari Isosolo.

Tarian yang berlangsung selama kurang lebih 11 menit ini juga diiringi oleh aransemen musik khas dan berbahasa Papua.

Tarian Isosolo merupakan tradisi orang Sentani yang menari di atas perahu di Danau Sentani dari satu kampung ke kampung lainnya.

Secara makna, Tari Isosolo dilakukan untuk membawa suatu yang berharga yang melambangkan kebesaran ondofolo untuk menyerahkan atau mempersembahkan barang atau benda yang biasanya merupakan hasil buruan.

Dalam seni tari ini, para penari menggunakan pakaian adat seperti Yonggoli atau berarti rok rumbai-rumbai, cawat atau malo/ambela, manik-manik atau ori-mori, noken atau holbhoi, dan tifa atau wakhu.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya