Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Rusia Cegat Pesawat Mata-mata Inggris di Laut Barents

SELASA, 16 AGUSTUS 2022 | 09:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah pesawat yang diduga mata-mata milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris dilaporkan melanggar wilayah udara Rusia di Laut Barents dekat Murmansk pada Senin (15/8) waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam keterangannya mengatakan mereka mengirim sebuah pencegat MiG-31 untuk mengawal jet pengintai RC-135 dari sekitar Cape Svyatoy Nos, dekat pangkalan utama Armada Utara Angkatan Laut Rusia.

"Pencegat MiG-31BM yang bertugas dengan patroli udara perbatasan mengidentifikasi pesawat dan memaksanya untuk menghentikan pelanggarannya terhadap wilayah udara Rusia," kata militer dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari RT, Selasa (16/8).


Moskow mengidentifikasi lokasi insiden itu sebagai Svyatoy Nos, sebuah tanjung di Semenanjung Kola, timur Murmansk di Rusia barat.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang insiden itu pada Senin malam waktu setempat, FlightRadar menunjukkan RC-135 Angkatan Udara Kerajaan terbang di lepas pantai Murmansk sebelumnya.

Pesawat mata-mata RAF dengan sebutan RRR7255 membuat beberapa putaran sebelum menuju pintu masuk ke Laut Putih, melanggar wilayah udara Rusia dalam prosesnya.

Setelah berhasil dicegat, pesawat tersebut terlihat terbang kembali ke pangkalan RAF di Waddington, Lincolnshire, pusat komando RAF Intelligence Surveillance Target Acquisition and Reconnaissance (ISTAR).

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya