Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Koalisi Menuju 2024 Mulai Terbentuk, Pengamat: Selama Belum Menemukan Titik Kepentingan, Koalisi Bisa Rapuh

SENIN, 15 AGUSTUS 2022 | 17:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepastian koalisi yang dijalin Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menambah banyak poros partai politik menuju 2024. Namun demikian, sepanjang belum ada nama atau sosok yang diusung secara pasti, koalisi masih berpotensi bubar di tengah jalan.

Dituturkan pengamat Politik dan Kebijakan Publik, Danis TS Wahidin, jika sebuah koalisi belum saling memenuhi kepentingan bersama, tidak menutup kemungkinan koalisi tersebut akan rapuh sebelum bertarung di Pemilu 2024 mendatang.

“Koalisi tidak bisa katakan koalisi permanen, karena politik itu the art of possibility, politik kemungkinan, perubahan sampai detik terakhir. Kalau titik temu ideologi, historis, program dan kepentingan poling itu belum ketemu equilibrium, garis normal antarberapa kepentingan, masih bisa kita katakan koalisi yang rapuh,” papar Danis TS Wahidin kepada wartawan, Senin (15/8).


Dosen Ilmu Politik UPN Veteran Jakarta ini menambahkan, keberadaan koalisi politik sangat penting dalam iklim demokrasi di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menyatukan visi dan misi bersama.

“Koalisi partai politik adalah hal yang harus dilakukan untuk membangun kebersamaan politik,” imbuhnya.

Umumnya, lanjut Danis, model koalisi yang dibangun bernapas nasionalis-religius. Dengan adanya berbagai koalisi ini, dapat dipastikan akan ada 3-4 calon dalam pemilu mendatang.

Mereka adalah calon-calon yang baru, segar, memiliki visi-misi. Bukti bahwa kaderisasi, semangat kebangsaan tidak mengalami stagnasi, dan demokrasi berjalan secara dinamis.

"Tiap koalisi nantinya akan mengajukan siapa Capres dan Cawapres dan visi misi mereka. Jika Gerindra bersama PKB memunculkan nama Prabowo Subianto kembali turun gelanggang di 2024, berbeda dengan KIB yang lebih mengedepankan pembentukan visi-misi dan program kerja," demikian Danis.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya