Berita

Ketua Dewan Kehormatan Purna Jamnas 91 Teguh Santosa ketika memberikan sambutan pada Munas II Purna Jamnas 91./RMOL

Nusantara

MUNAS II PURNA JAMNAS 91

Teguh Santosa: Jambore Nasional Seperti Vaksin untuk Memperkuat Daya Tahan Tubuh Bangsa

SABTU, 13 AGUSTUS 2022 | 14:54 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Ajang pertemuan Pramuka Penggalang di tanah air yang dikenal dengan nama Jambore Nasional (Jamnas) bagaikan vaksin yang ikut memperkuat daya tahan bangsa menghadapi berbagai tantangan dan cobaan.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Kehormatan Purna Jamnas 1991 Teguh Santosa ketika memberikan sambutan dalam Musyawarah Nasional (Munas) II Purna Jamnas 91 di Graha Wisata Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu pagi (13/8).

“Kita bersyukur, sepanjang 2,5 tahun pandemi, Alhamdulillah kita masih bisa diberi kesempatan olehNya untuk berada di muka bumi ini. Teman-teman terbaik kita di Purna Jamnas 91 banyak  yang sudah mendahului kita karena pandemi ini. Untuk mengenang mereka, layak kita panjatkan doa, Al Fatihah,” ucap Teguh di awal sambutannya.


“Saya membayangkan Jambore Nasional, termasuk Jamnas 1991, sebagai vaksinasi agar bangsa ini memiliki daya tahan. Bukan hanya untuk menghadapi virus, tetapi juga hal-hal lain yang mungkin mengganggu keutuhan bangsa, seperti radikalisme dan sektarianisme,” kata dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta ini lagi.

Teguh menambahkan, motto atau tagline Jamnas 1991 pun terasa pas di masa-masa sulit. Motto itu adalah Bersatu, Bersaudara, dan Mandiri.

“Jangan-jangan peserta Jamnas 1991 ini memang dipersiapkan untuk menghadapi pandemi dan masa sulit ini,” ujarnya dengan nada bercanda.

Ketika menyampaikan sambutan, Teguh didampingi dua anggota Dewan Kehormatan Nanin Rahayu dari Pengda Irian Jaya atau Papua, dan Rinny Pattiasina dari Pengda Kalimantan Barat. Dua anggota Dewan Kehormatan Purna Jamnas 91 lainnya, Sri Wulan dari Pengda Jawa Tengah dan Nur Hilaluddin dari Pengda Jawa Timur, berhalangan hadir.

Sebelumnya, Ketua Panitia Munas II Jamnas 91, Shalih Nopiansyar, dalam laporannya mengatakan, Munas II ini diikuti  sekitar 180 peserta dari berbagai provinsi di tanah air.

Munas II Purna Jamnas 91 dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Achmad Firdaus yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Proses pembukaan diawali dengan kirab pataka Pengda Purna Jamnas 91 diiringi Himne Jamnas 1991, disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Jamnas 1991.

Jamnas 1991 digelar pada tanggal 15 sampai 21 Juni 1991 di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur. Jamnas 1991 yang diikuti tidak kurang dari 22 ribu anggota Pramuka Penggalang se-Indonesia dan sekitar 500 Pramuka dari luar negeri dibuka Presiden Soeharto dan ditutup Wakil Presiden Try Sutrisno.  

Wadah perkumpulan peserta Jamnas 1991 diawali dari grup di Facebook yang didirikan oleh beberapa orang. Yang tertua adalah grup “Jambore Nasional 1991” yang didirikan Teguh Santosa pada 21 Maret 2009. Follower pertamanya adalah peserta Jamnas 1991 dari eks Provinsi Timor Timur yang kini menjadi negara Timor Leste, Nene de Almeida. Ketika membuat grup Facebook itu, Teguh dan Nene sedang sama-sama sekolah di University of Hawaii at Manoa (UHM).

Selanjutnya adalah grup “Purna Jamnas ’91” yang didirikan pada 11 Juli 2009. Lalu pada perkembangan mulai dilakukan pendataan peserta Jamnas 1991 dengan memanfaatkan perkembangan dunia digital. Adapun Purna Jamnas 91  didirikan dalam pertemuan 1 Mei 2013 oleh sepuluh peserta Jamnas 1991, yakni Ahmad Fitrian, Ola, Wati Darmawan, Yefa, Nanin, Hildin, M. Yusuf, Davi, Aziz Syaifuddin, dan Dominikus Keraf.

Munas I Purna Jamnas 91 digelar di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah, pada 13 Agustus 2016.  

Munas II Purna Jamnas 91 digelar untuk antara lain meninjau Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan memilih Ketua Umum baru menggantikan M. Yusuf yang berakhir masa jabatannya.

Empat calon Ketua Umum Purna Jamnas 91 yang akan bertarung dalam Munas II ini adalah Priatna Qasiem dari Jawa Barat, Deri Sofyan Djambak dari Sumatera Barat, Isnayani dari Sulawesi Selatan, dan Agung Slamet Riyadi dari Jawa Timur.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya