Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Seperti Ferdy Sambo, Pejabat Indonesia yang Bohongi Publik Juga Patut Dihukum

SABTU, 13 AGUSTUS 2022 | 03:24 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Banyak kasus mirip seperti kasus Irjen Ferdy Sambo yang mengarang cerita, salah satunya pernah dilakukan oleh aktivis Ratna Sarumpaet, yakni mengarang cerita dan berbohong kepada publik.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, terdapat sejumlah kasus yang mirip seperti Ratna Sarumpaet dan Irjen Ferdy Sambo namun dilakukan oleh sejumlah pejabat.

"Janji-janji politik dan tidak ditunaikan, itu kebohongan yang nyata. Kasus Big Data 110 juta, juga kebohongan yang nyata. Kalau negeri ini masih bermartabat, maka semua yang dianggap berbohong seperti Ratna Sarumpaet harus dihukum," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (12/8).


Muslim berharap, Polisi, Jaksa, Hakim dan pengadilan harus menjaga wibawa hukum. Bahkan, MPR, DPR, dan DPD juga harus menjaga martabat negara dari kebohongan pejabat.

"Jika tidak negara ini tidak berwibawa karena pejabat tukang bohong, mulai dari Presiden sampai menteri-menterinya. Jadi kalau mau hukum harus semua termasuk yang diduga dilakukan Irjen Ferdy Sambo," kata Muslim.

Karena kata Koordinator Indonesia Bersatu ini, hukum harus ditegakkan dengan adil. Karena jika, negara akan dianggap menggunakan hukum hanya menyasar kepada yang kecil dan lemah yang tidak mempunyai kekuatan.

"Sedangkan yang berkuasa bebas langgar hukum dan berbohong. Tidak punya rasa malu. Dan tetap berkuasa di atas kebohongan dan hoax," pungkas Muslim.





Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya