Berita

Petugas Administrasi Penjaga Pantai Taiwan kemarin memantau perairan di dekat Pos Pengamatan Mashan di Kinmen/Net

Dunia

Tanggapi Buku Putih China, Taiwan: Prinsip Satu China Beijing Mewakili Salah Tafsir Piagam PBB

KAMIS, 11 AGUSTUS 2022 | 15:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ancaman China yang tertuang dalam white paper atau laporan resmi terbarunya bahwa mereka tidak akan segan menggunakan kekuatan untuk menguasai Taiwan, dikecam Mainland Affairs Council (MAC).

MAC dalam pernyataannya menolak buku putih tersebut, menyebutnya sebagai dokumen yang penuh kebohongan.

"Taiwan menyatakan bahwa tidak ada pihak yang menjadi milik yang lain, dan dengan tegas menolak 'satu negara, dua sistem' - ini adalah status saat ini dari Selat Taiwan dan kenyataan," katanya, seperti dikutip dari Taipei Times, Kamis (11/8).


“Intrik politik yang ceroboh oleh pihak berwenang di Beijing berfungsi untuk menyoroti pola pikir barbarnya yang membenarkan ambisinya untuk menyerang Taiwan dengan mengorbankan perdamaian di Selat Taiwan dan kawasan itu,” kata MAC.

Republik China, katanya, adalah negara berdaulat di Taiwan sementara rezim Partai Komunis China tidak pernah memerintah Taiwan dengan benar atau pulau-pulau terpencil Penghu, Kinmen dan Matsu.

“Prinsip satu China Beijing mewakili salah tafsir Piagam PBB, dan dunia telah mengecam klaim delusi kedaulatannya atas Taiwan dan gangguan terhadap tatanan internasional," lanjut MAC.

China dalam buku putih berjudul "Persoalan Taiwan dan Reunifikasi China di Era Baru" yang diterbitkan Kantor Urusan Taiwan pada Rabu (10/8) menguraikan bagaimana mereka bermaksud untuk mengklaim Taiwan melalui berbagai insentif ekonomi dan tekanan militer.

“Kami siap untuk menciptakan ruang yang luas untuk reunifikasi damai, tetapi kami tidak akan meninggalkan ruang untuk kegiatan separatis dalam bentuk apa pun,” kata dokumen itu.

"China tidak akan meninggalkan penggunaan kekuatan, dan kami mencadangkan pilihan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan,” katanya.

MAC dalam tanggapannya juga mengatakan bahwa buku putih China adalah dokumen klise yang ditulis untuk kepentingan audiens internal sebelum kongres nasional ke-20 komunis.

“Penggambaran China tentang jalan untuk pengembangan Taiwan adalah tindakan menipu diri sendiri, yang akan terbukti sia-sia,” kata MAC.

“(Dokumen) itu membuat 23 juta orang Taiwan jijik, karena seperti satu-satunya orang yang berhak menentukan masa depan Taiwan,” ujarnya

Presiden Tsai Ing-wen yang juga ketua Partai Progresif Demokratik (DPP) ikut menanggapi diterbitkannya buku putih tersebut.

“China mengeluarkan buku putihnya pagi ini dengan cara angan-angan, mengabaikan realitas situasi lintas selat," ujarnya pada Selasa.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya