Berita

Pemboman Hiroshima/Net

Dunia

Rusia Kritik Pidato Guterres Karena Tidak Menyebutkan AS sebagai Negara yang Gunakan Bom Atom di Hiroshima

SENIN, 08 AGUSTUS 2022 | 09:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia lewat utusannya di PBB mengkritik pidato yang di sampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres saat Upacara Upacara Peringatan Perdamaian Hiroshima baru-baru ini.

Deputi Pertama Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky mengatakan, Guterres seharusnya  menyebutkan bahwa Amerika Serikat yang melakukan kejahatan penggunaan Atom Bom terhadap warga sipil.

Guterres pada Sabtu (6/8) bergabung dalam doa di Taman Perdamaian Hiroshima selama peringatan 77 tahun bom atom pertama di dunia di kota Jepang. Di sana, Guterres  berbicara kepada para hadirin, mengatakan bahwa senjata nuklir adalah 'omong kosong' dan meminta dunia untuk 'mengambil opsi nuklir dari meja'.


"Senjata nuklir adalah omong kosong. Tiga perempat abad kemudian, kita harus bertanya apa yang telah kita pelajari dari awan jamur yang membengkak di atas kota ini pada tahun 1945,"  kata Gurres dalam pidatonya itu.

"Umat manusia sedang bermain dengan senjata yang terisi. Krisis dengan nada nuklir serius menyebar dengan cepat, dari Timur Tengah ke semenanjung Korea, hingga invasi Rusia ke Ukraina. Umat manusia sedang bermain dengan senjata yang dimuat," katanya lagi, menambahkan bahwa satu-satunya solusi untuk melawan ancaman nuklir adalah "tidak memiliki senjata nuklir sama sekali."

Guterres juga berbagi gambar dengan aktivis perdamaian muda.

"Di Hiroshima untuk menandai peringatan 77 tahun bom atom, saya bertemu dengan aktivis muda yang tanpa lelah membawa pesan perdamaian ke generasi baru." Dia lebih lanjut menambahkan, "Dunia tidak boleh melupakan apa yang terjadi di sini."

Menanggapi pidato Guterres, Polyansky kemudian menulis kritikan pedasnya di Twitter.

"Sekretaris Jenderal yang terhormat, dunia juga tidak boleh lupa bahwa AS yang melakukan kejahatan ini menjadi satu-satunya negara yang menggunakan Bom Atom terhadap warga sipil. Tanpa kebutuhan militer apa pun. Alangkah baiknya jika Anda menyebutkan ini dalam pernyataan Anda juga!" ujar Polyansky.

Amerika Serikat menjatuhkan bom nuklir pertama di dunia di kota Hiroshima Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945 dan tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus, mereka menjatuhkan bom atom lagi di Nagasaki.

Pengeboman dilakukan untuk memaksa Kekaisaran Jepang menyerah dalam Perang Dunia Kedua.

Serangan itu merupakan satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam sejarah manusia sejauh ini. Amerika Serikat belum mengambil tanggung jawab moral atas pengeboman tersebut, dan selalu membenarkan tindakan mereka atas nama 'kebutuhan militer'.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya