Berita

Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara selama konferensi pers virtual bersama dengan Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo di Peninsula Hotel di Manila, Filipina, 6 Agustus 2022./Net

Dunia

Tak Hanya Taiwan, Amerika Juga akan Lindungi Filipina dari Tindakan Berbahaya China

SENIN, 08 AGUSTUS 2022 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komitmen Amerika Serikat untuk mendukung Filipina ditegaskan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken saat berkunjung ke Manila akhir pekan ini.

Kepada Menlu Filipina Enrique Manalo, Blinken meyakinkan bahwa Washington siap memberikan dukungan penuh kepada Manila dalam menghadapi tindakan "mengguncang dan berbahaya" China, menyusul perjalanan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan.

"Perjanjian Pertahanan Bersama tahun 1951 antara Washington dan Manila tetap keras,” kata Blinken pada konferensi pers online bersama dengan Manalo, seperti dikutip dari AFP, Minggu (7/7).


“Kami selalu mendukung mitra kami, serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum, atau pesawat di Laut China Selatan akan meminta komitmen pertahanan bersama AS di bawah perjanjian itu,” lanjut Blinken.

Selain membahas masalah keamanan regional, Blinken mengatakan mereka juga berbicara tentang memperdalam hubungan ekonomi dan memperkuat demokrasi.

Blinken telah menjadi pejabat tertinggi AS yang bertemu dengan pemimpin Filipina yang baru terpilih, yang dilantik pada 30 Juni setelah menang telak dalam pemilu awal tahun ini.

“Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama dengan Filipina untuk membela supremasi hukum, melindungi hak asasi manusia dan kebebasan mendasar – termasuk kebebasan berekspresi – dan melindungi masyarakat sipil,” kata Blinken.

“Selain bekerja dengan Filipina untuk membantu mengamankan wilayah maritimnya, kami juga bermitra dengan nelayan Filipina dan peneliti ilmiah untuk melestarikan dan melindungi sumber daya maritim Filipina yang berharga," ujarnya.

Berbicara kepada pers, Menteri Manalo juga memuji nilai-nilai dan komitmen bersama kedua negara terhadap demokrasi, dan menyambut “jaminan” Washington bahwa pihaknya siap untuk mengakui Manila sebagai mitra yang setara dan berdaulat.

“Kami melihat penguatan kerja sama kami untuk mengatasi dengan lebih baik ancaman keamanan saat ini dan yang muncul serta tantangan lintas sektoral,” tambahnya dengan tidak jelas, nyaris tidak menyebut China dalam konteks sengketa wilayah dan perikanan Filipina dengan Beijing.

Mengelola hubungan dengan Washington dan Beijing adalah masalah rumit bagi Manila.

Terletak di tepi Laut China Selatan yang disengketakan, Filipina berada di garis patahan geopolitik utama, dan terlibat dalam sengketa teritorial yang sedang berlangsung dengan China atas banyak pulau di laut. Sementara pengadilan internasional pada tahun 2016 memutuskan mendukung klaim Filipina, Marcos menyatakan selama kampanyenya bahwa dia akan mencari kesepakatan baru dengan "teman- temannya" di pemerintah China.

Blinken saat ini dalam perjalanan sepuluh hari ke Kamboja, Filipina, Afrika Selatan, Kongo, dan Rwanda. Ini mengikuti kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan pada hari Selasa, meskipun ada peringatan berulang dari Beijing bahwa hal itu akan memiliki konsekuensi diplomatik dan militer.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya