Berita

Ketua Umum Partai Golkar (kanan) saat hadiri haul Ponpes Buntet Cirebon, Jawa Barat/RMOL

Politik

Punya Puluhan Ribu Santri, Airlangga Hartarto Dorong Pondok Buntet Punya Usaha Sendiri

MINGGU, 07 AGUSTUS 2022 | 23:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Di depan puluhan ribuan santri dan kiai Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mendorong pesantren untuk mendirikan usaha sendiri. Salah satunya pabrik sandal jepit.

Ketua UmumPartai Golkar itu kemudian bercerita, ada salah satu pondok pesantren di Jawa Barat yang telah dibantu oleh pemerintah, untuk mendirikan pabrik sandal jepit.

"Santrinya ada 20 ribu orang," ujar Airlangga saat menghadiri Haul Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren, Minggu (7/8).


Menurut mantan Menteri Perindustrian ini, jumlah santri yang mencapai puluhan ribu, menjadikan kebutuhan sandal jepit  di pesantren juga tinggi.

Dalam pandangannya, pendirian pabrik sandal jepit sangat tepat. Selain untuk menghindari pencurian sandal jepit, pabrik sandal jepit juga bisa menjadi salah satu usaha untuk menopang ekonomi pondok pesantren.  

"Kalau produksinya besar, dan jumlahnya juga berlebih, bisa-bisa sandal jepit tersebut kita ekspor,” katanya.

Ia juga meminta kepada  Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menyertai kunjungan Airlangga ikut membantu mengembangkan perekonomian pesantren.

Dengan jumlah santri yang mencapai 11.000 orang, menurut Airlangga,  dirasa tepat untuk bisa memiliki pabrik sandal jepit. Selain pabrik sandal jepit, Airlangga menyarankan beberapa usaha lainnya, yang memungkinkan bisa dikembangkan oleh pihak pondok pesantren.

"Di Jawa Timur, ada pesantren yang punya usaha roti. Bisa juga nanti dibantu untuk mesin pembuatan kompos," kata Airlangga.

Dewan Sesepuh Pondok Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza menuturkan, selama dua tahun pandemi covid 19, pihaknya menyelenggarakan haul dengan cara daring. Di pesantren, haul hanya diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar.

Baru pada tahun 2022 ini, kata Kiai Adib, haul Pondok Buntet Pesantren, dilaksanakan secara tatap muka  dan dihadiri ratusan ribu masyarakat dari sejumlah wilayah di Indonesia.

"Alhamdulillah, yang bisa hadir pada haul ini istimewa, yaitu Bapak Airlangga Hartarto," tutur Kyai Adib.

Kiai Adib menjelaskan, tentang usia Pondok Buntet Pesantren didirikan oleh Mbah Muqoyyim pada tahun 1750 Masehi.

Haul mulai diperingati usai wafatnya KH Abdul Jamil, yang merupakan ayah dari KH Abbas. Sedangkan KH Abdul Jamil sendiri, merupakan putra dari KH. Muta’ad, yang juga merupakan cucu atau cicit dari Mbah Muqoyyim.

"Mungkin saat ini, penyelenggaraan haul sudah ke 100 lebih,” demikan Adib.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya