Berita

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga/Net

Politik

Jamiluddin Ritonga: Sudah Selayaknya Salah Satu Kriteria Capres Mendatang Sosok Antikorupsi

JUMAT, 05 AGUSTUS 2022 | 10:16 WIB | LAPORAN: RIESKA WULANDARI

Calon presiden untuk 2024 mendatang, diharapkan adalah sosok-sosok yang memiliki integritas antikorupsi yang kuat. Sehingga ada komando yang tegas dalam upaya pemberantasan korupsi di tanah air.

Terlebih, praktik korupsi di Indonesia masih belum mampu ditekan secara maksimal. Bahkan sudah banyak elite politik dan kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terlibat tindak pidana korupsi.

Karena itulah, pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, sepakat bahwa pengganti Jokowi pada 2024 nanti harus mampu memberantas praktik korupsi kelas kakap.


“Sudah selayaknya salah satu kriteria capres mendatang sosok antikorupsi. Hal itu diperlukan agar komando tegas pemberantasan korupsi datang dari presiden,” tegas Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/8).

Jamiluddin pun meminta masyarakat untuk bersama-sama memilih calon presiden mendatang yang memiliki sikap antikorupsi yang tinggi.

"Presiden mendatang diharapkan memprioritaskan pemberantasan korupsi, bukan hanya basa-basi dan panas-panas tahi ayam seperti yang terjadi saat ini,” demikian Jamiluddin Ritonga.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya