Berita

Gurubesar Hukum Internasional UI, Profesor Hikmahanto Juwana/Net

Politik

Buntut Kunjungan Pelosi, Prof Hikmahanto: China Berpotensi Serang Taiwan, Seperti Rusia ke Ukraina

KAMIS, 04 AGUSTUS 2022 | 11:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kunjungan Ketua Kongres Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan berpotensi memanaskan hubungan antara AS dengan China. Bahkan, Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Profesor Hikmahanto Juwana, melihat respons China terhadap AS akan memicu peperangan baru. Seperti yang dilakukan Rusia ke Ukraina.

"China berpotensi untuk melancarkan serangan senjata ke Taiwan sama seperti Rusia melancarkan Special Military Operation. Dasar yang digunakan adalah menjaga integritas teritorial China, di mana Taiwan melakukan pemberontakan dan memisahkan diri dari China,” tegas Prof Hikmahanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (4/8).

Menurutnya, serangan China akan dikualifikasi sebagai tindakan polisionil atau agresi militer terhadap wilayah yang hendak memberontak.


"AS, seperti langkah yang diambil di Ukraina, tidak akan terlibat perang dengan China secara langsung. AS seperti di Ukraina hanya akan memasok senjata, uang, dan mengajak sekutu-sekutunya untuk melakukan embargo ekonomi,” katanya.

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani ini menambahkan, AS tidak akan terlibat dalam perang karena China, seperti halnya Rusia, memiliki senjata nuklir dan hak veto di Dewan Keamanan PBB.

"Akibat provokasi yang dilakukan oleh AS maka dunia akan terdampak sangat luar biasa. Sama dampaknya dan besarnya saat awal Covid-19 merebak.
Bagi China bukannya tidak mungkin akan beraliansi dengan Rusia dan negara lainnya untuk melawan keangkuhan AS,” tegasnya.

Lebih lanjut Prof Hikmahanto berharap AS meminta maaf kepada China atas kunjungan Nancy Pelosi tersebut.

"Saat ini satu-satunya upaya untuk meredakan eskalasi di Taiwan adalah AS meminta maaf kepada China dan Presiden Joe Biden secara terbuka menyatakan Nancy Pelosi berkunjung ke Taiwan atas kehendaknya sendiri meski sudah dinasihati untuk tidak berkunjung,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya