Berita

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron di acara Webinar Digitalisasi sebagai Sarana Pencegahan Korupsi dan Optimalisasi PNBP/Repro

Hukum

KPK Yakin Pencegahan Korupsi Bisa Selesai jika Digitalisasi Data Antar Stakeholder Berjalan Efektif

RABU, 03 AGUSTUS 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pencegahan korupsi bisa selesai jika digitalisasi data antar stakeholder yang berkepentingan dalam suatu program berjalan secara komprehensif, integrasi, efektif dan efisien.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron di acara Webinar Digitalisasi sebagai Sarana Pencegahan Korupsi dan Optimalisasi PNBP oleh Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati secara virtual, Rabu pagi (3/8).

Ghufron mengatakan, dengan digitalisasi diharapkan ada keterpaduan antar stakeholder yang berkepentingan dalam suatu program. Sehingga, memungkinkan program-program lebih komprehensif, terintegrasi, dan lebih efektif dan efisien.


"Sebuah program kalau kemudian telah efektif efisien, maka salah satu kegiatan kita dalam pencegahan korupsi tentu kemudian akan selesai," ujar Ghufron seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Rabu pagi (3/8).

Oleh karena itu, KPK berharap, digitalisasi akan melahirkan banyak hal yang lebih positif. Seperti data semakin terintegrasi, jumlah, progam, dan waktu akan lebih tepat.

"Kedua, dengan digitalisasi, maka sistemnya akan berjalan. Ketika sistemnya berjalan, maka kemudian semakin pasti dan kemudian konsisten prosedurnya. Karena walaupun datanya sudah cukup, tapi kalau dilaksanakan oleh manusia kadang antara pusat dengan daerah, bahkan antar daerah itu mengakibatkan kepastiannya relatif dipertanyakan, dan konsistensi perlakuannya juga kemudian tidak terjamin," kata Ghufron.

Selanjutnya kata Ghufron, digitalisasi juga diharapkan semakin efisien dan real time. Sehingga, tidak ada lagi jeda waktu yang dapat mematangkan birokrasi, dan pelayanan semakin cepat.

Keempat dijelaskan mantan Dekan Hukum Universitas Jember ini, digitalisasi diharapkan tidak ada lagi kontak antara yang dilayani dengan pelayanan.

Dengan demikian, akan mengakibatkan relasi masyarakat dan pelaku usaha dengan birokrasi menjadi relatif berkurang. Imbasnya, semuanya berjalan secara fair, tidak ada lagi karena si X, si Y.

"Ataupun karena macam-macam entah secara politis, secara ekonomi, ataupun kedekatan-kedekatan lainnya yang mengakibatkan sistem kemudian tidak fair, tidak adil," terang Ghufron.

Ghufron berharap, dengan digitalisasi, bukan hanya dalam rangka menertibkan neraca perdagangan ekspor impor maupun hanya meningkatkan penerimaan negara baik pajak maupun non pajak. Terpenting, tambah Ghufron, digitalisasi dapat memberikan kepastian, baik kepada pelaku usaha, maupun birokrasi.

"Dan itu semua akan semakin memberikan rasa aman, aman pasti bagi pelaku usaha, juga aman bagi birokrasi yang melayani. Tidak ada lagi kemudian ada ketakutan untuk diintervensi, tidak ada lagi kemudian harapannya ada bias-bias nonteknis," terang Ghufron.

"Ini semua harapannya semakin memberikan layanan publik dari negara kita Indonesia kepada masyarakat, baik pelaku usaha maupun masyarakat luas, semakin menjauhkan kita dari korupsi dan semakin berintegritas. Mudah-mudahan dengan digitalisasi, kita dituntun bahkan dipaksa untuk berintegritas, untuk berjujur dalam memberikan layanan kepada masyarakat," sambung Ghufron menutup.

Selain Ghufron dan Sri Mulyani, acara ini juga menghadirkan beberapa narasumber lainnya, yakni Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan; Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwojono Moegiarso; Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi.

Selanjutnya, Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono; Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Yose Rizal; dan Kepala Lembaga Nasional Single Window, Mochamad Agus Rofiudin.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Keputusan Jokowi Cawe-cawe PSI Kurang Tepat

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11

Ryamizard Ryacudu: Jenderal Tempur yang Memilih Jalan Ketegasan

Selasa, 02 Juni 2026 | 00:03

Daging Kurban Jadi Sumber Pangan Bergizi Keluarga Prasejahtera

Senin, 01 Juni 2026 | 23:48

Empat Jenderal di Pusara Ryamizard Ryacudu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:07

Sebelum Ditunjukkan, Rakyat Masih Yakin Ijazah Jokowi Palsu

Senin, 01 Juni 2026 | 23:00

Non-Blok dalam Pusaran AS-China-Rusia-Iran

Senin, 01 Juni 2026 | 22:55

Ketua BKSAP Puji Pelaksanaan Haji 2026, Tapi Tetap Beri Catatan

Senin, 01 Juni 2026 | 22:46

CBA Minta KPK Periksa Semua Pengusaha Rokok Termasuk M Suryo

Senin, 01 Juni 2026 | 22:35

Dewan Komisaris Pertamina Tanamkan Jiwa Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar

Senin, 01 Juni 2026 | 22:25

Balinale Hadirkan 94 Film Internasional di Sanur

Senin, 01 Juni 2026 | 22:18

Selengkapnya