Berita

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo/RMOL

Politik

Bamsoet: Kalau Sudah Dewasa dalam Berpolitik, Mau Dua Poros atau Tiga Poros Tak Jadi Persoalan

RABU, 03 AGUSTUS 2022 | 09:11 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Guna menghindari adanya perpecahan dan pembelahan di tengah masyarakat dalam kontestasi Pemilu 2024, banyak kalangan berharap agar kandidat calon presiden dan wakil presiden lebih dari dua pasangan calon. Dengan kata lain ada lebih dari dua poros yang mengusung pasangan capres-cawapres.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengaku belum dapat memprediksi berapa banyak calon presiden yang akan muncul pada 2024 mendatang.

“Semua masih cair, sehingga masih terlalu prematur kita mengambil kesimpulan kan semuanya masih serba memungkinkan, belum bisa diambil kesimpulan,” kata Bamsoet kepada wartawan, Rabu (3/8).


Dia melanjutkan, berapa banyak calon presiden yang akan muncul pada 2024 mendatang, diharapkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku dalam tata cara Pemilu menurut undang-undang. Ia menilai saat ini para partai politik masih dalam proses tawar menawar untuk calon presiden yang akan diusung.

"Demokrasi kan menyiapkan ruang mau dua poros mau tiga poros ya diharapkan semua berjalan sesuai dengan mekanismenya, karena kita belum membuat kesimpulan hari ini, ya masih terlalu dinim,prematur. Karena semua masih cair, semua masih tahap penjajakan, saling melobi dan mengukur efektivitas persaingan dan efektivitas berkoalisi,” paparnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini berharap jangan sampai ada perpecahan lagi pada Pemilu 2024 mendatang, berapapun calon presiden yang akan muncul.

“Ya makanya sama-sama jangan pecah dong, kita utamakan kedewasaan dalam berpolitik dan berdemokrasi. Kalau kita semua sadar bagaimana kita dewasa dalam berpolitik dan berdemokrasi, mau dua poros dan tiga poros, enggak ada persoalan,” katanya.

“Pertandingan itu kan di ring. Kalau sudah selesai kan ya selesai semua, kembali kepada jatidiri bangsa yang bersatu dan berdaulat dan bekerja sama untuk membangun bangsa,” tutupnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya