Berita

Media briefing Program Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Jakarta Selatan, Senin (1/8)/RMOL

Politik

Melalui Program PAKU Integritas, KPK akan Ajak Pejabat Tinggi Rasakan Dinginnya Sel Penjara Koruptor

SELASA, 02 AGUSTUS 2022 | 14:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sejumlah program terus dirancang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai upaya menekan angka korupsi di tanah air. Terkini, KPK punya program penguatan antikorupsi yang menyasar para pejabat tinggi.

Program bertajuk Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) ini dikemas dalam bentuk pembekalan antikorupsi bagi para penyelenggara negara beserta pasangan melalui diklat pembangunan integritas.

Dijelaskan Direktur Sosialisasi dan Kampanye KPK, Amir Arief, program PAKU Integritas ini menyasar Menteri dan eselon I dari Kementerian/Lembaga yang bergerak di lini Sumber Daya Alam (SDA), Tata Niaga dan Bisnis, Ekonomi, Pelayanan Publik, Hukum, dan Politik.


Para peserta akan mengikuti pembekalan dan diklat selama satu setengah hari, dan diharapkan bisa menjadi pemimpin yang menjadi tauladan bagi para pegawainya di masing-masing institusi.

"Kita berikan nilai-nilai integritas atau kejujuran. Intinya mereka jangan sampai tergoda dengan tindak pidana korupsi," kata Amir, dalam kegiatan media briefing Program Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Jakarta Selatan, Senin (2/8).

Ada yang menarik dari progam edukasi antikorupsi ini. Untuk memberikan pengalaman berbeda, peserta akan diajak untuk merasakan sel koruptor selama 5-10 menit.

Momen tersebut akan menjadi wadah perenungan bagi peserta agar mereka tidak terjerat dalam tindak pidana korupsi hingga menjadi penghuni sel tersebut.

"Kita ajak mereka berkomitmen ketika melangkah atau bekerja untuk ingat pada keluarga. Akhirnya mereka akan menjadi agen penggerak integritas budaya antikorupsi," pungkas Amir.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya