Berita

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata (tengah) di acara Bimtek Pemberdayaan Dunia Usaha Antikorupsi Kolaborasi KPK dan PT Pupuk Indonesia/Repro

Hukum

KPK Minta PT Pupuk Indonesia Tanamkan Nilai Antikorupsi hingga ke Anak Perusahaan

SELASA, 02 AGUSTUS 2022 | 13:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk menanamkan nilai-nilai budaya antikorupsi dan ditularkan ke semua anak usaha.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata di hadapan Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Nugroho Christijanto saat konferensi pers di acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Dunia Usaha Antikorupsi Kolaborasi KPK dan PT Pupuk Indonesia di Plaza Pupuk, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa siang (2/8).

Alex mengatakan, upaya pencegahan korupsi salah satunya dilakukan dengan pendidikan. Pendidikan yang dilakukan KPK tersebut tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga dilakukan melalui jalur lembaga-lembaga maupun BUMN.


"Tujuan dari pendidikan antikorupsi tersebut salah satunya adalah membangun budaya antikorupsi, menanamkan nilai-nilai integritas," ujar Alex seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa siang (2/8).

Alex menerangkan, persoalan korupsi di Indonesia lebih banyak ke persoalan integritas. Untuk itu melalui kegiatan Bimtek ini, Alex yakin, jika PT Pupuk Indonesia mensyaratkan perusahaan-perusahaan yang bekerja sama harus memiliki budaya antikorupsi, melainkan menjadi luas dampaknya.

"Tidak sekadar di internal Pupuk Indonesia, tetapi juga mitra kerja di luar Pupuk Indonesia. Saya kira itu tadi tujuan dari kolaborasi kerja sama antara KPK dengan Pupuk Indonesia itu bagaimana KPK bisa mendorong Pupuk Indonesia itu untuk menanamkan budaya antikorupsi, terutama di jajaran manajemennya," jelas Alex.

Alex yakin, jika ada rolle model di PT Pupuk Indonesia, maka akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai budaya antikorupsi ke seluruh jajaran di lingkungan PT Pupuk Indonesia hingga ke anak perusahaan.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya