Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Taliban Bantah Serangan Pesawat Tak Berawak AS di Kabul

SELASA, 02 AGUSTUS 2022 | 08:32 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Kementerian Dalam Negeri Imarah Islam Afghanistan telah membantah tuduhan bahwa sebuah pesawat tak berawak menyerang beberapa daerah di Kabul, di tengah laporan bahwa ada roket menghantam sebuah rumah kosong di daerah Sherpur.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Abdul Nafi Takoor, pada Senin (1/8) mengatakan bahwa sebuah roket menghantam sebuah tempat tinggal kosong di daerah Sherpor kota Kabul. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, katanya.

"Roket menghantam sebuah rumah di kawasan Sherpor Kabul pagi ini sekitar pukul 06.00 WIB di PD10 Kabul. Rumah tersebut dalam keadaan kosong, sehingga roket tersebut tidak menimbulkan korban jiwa," katanya.


Tapi Rahmatullah Nabil, mantan kepala Direktorat Keamanan Nasional (NDS), mengatakan di halaman Twitter-nya bahwa sebuah pesawat tak berawak AS menyerang tempat perlindungan ISIS di Kabul pada Minggu pagi.

“Menurut artikel Perjanjian Doha, AS mendukung Taliban dalam perjuangan mereka melawan ISIS-K. Sumber mengatakan bahwa pesawat tak berawak Amerika terlihat di wilayah udara Kabul dan menargetkan beberapa wilayah kota. Mereka mungkin menargetkan rumah persembunyian ISIS," cuitnya di Twitter.

Penduduk Kabul mengatakan mereka mendengar beberapa ledakan di kota Kabul.

“Pagi-pagi saya mau kuliah, saya mendengar dua ledakan satu demi satu,” kata Ahmad Milad, seorang warga Kabul kepada TOLOnews.

“Saya mendengar suara ledakan di pagi hari, dan saya sangat kecewa. Saya meminta Imarah Islam untuk membawa kedamaian dan ketenangan bagi rakyat kami,” kata Raz Mohammad, warga Kabul lainnya kepada TOLOnews.

Sementara itu, beberapa wartawan mengkritik lembaga keamanan dan mengatakan bahwa wartawan tidak diperbolehkan meliput acara keamanan.

“Sayangnya, ketika terjadi insiden, aparat keamanan Imarah Islam tidak mengizinkan jurnalis memasuki lokasi kejadian,” kata Mustafa Shahryar, seorang jurnalis.

Ini terjadi karena pada hari Jumat sebuah ledakan menargetkan Stadion Kriket Internasional Kabul di tengah turnamen nasional Shapagiza yang sedang berlangsung.

Pejabat keamanan mengkonfirmasi dua kematian dan dua belas luka-luka dari insiden itu.

Serangan di Afghanistan telah meningkat sejak Taliban mengambil alih negara itu. Bahkan, Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA), awal bulan ini, merilis laporan yang menguraikan situasi hak asasi manusia di Afghanistan selama 10 bulan sejak pengambilalihan Taliban.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya