Berita

Pemilihan Umum 2024/RMOL

Politik

Median: Cebong Kampret akan Kembali Muncul Jika Capres 2024 Sedikit

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 17:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Isu pembelahan pada Pemilu 2024 mendatang akan kembali mencuat jika pasangan calon presiden dan wakil presiden yang dimunculkan sedikit.

Begitu yang disampaikan peneliti senior lembaga survei Media Survei Indonesia (Median), Ade Irfan Abdurrahman dalam menyampaikan hasil surveinya, di kawasan Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Dalam hasil surveinya, didapati persepsi publik terhadap isu pembelahan ini terjadi karena adanya hoaks atau disinformasi. Kemudian adanya ketidakadilan dalam penegakan hukum, serta munculnya influencer atau buzzer dan provokator yang memperkeruh suasana.


Menurutnya, jika faktor-faktor penyebab terjadinya pembelahan itu terus dirawat oleh pemerintah, maka tidak menutup kemungkinan tahun 2024 akan terjadi perpecahan seperti yang terjadi di 2019 dengan munculnya cebong dan kampret.

“Kalau tetap dua calon bisa muncul isu pembelahan. Peran medsos sangat besar, membiarkan hoax dan dimanfaatkan untuk memenangkan salah satu calon. Hoax sangat besar mempengaruhi. Kalau ini dibiarkan akan mungkin kembali lagi,” kata Ade Irfan.

Dia menambahkan, siapa pun yang akan maju pada 2024 mendatang, jika hoaks, buzzer dan juga disinformasi terus muncul maka kemungkinan terjadi pembelahan.

"Dulu ada cebong kampret, kalau itu dibenturkan masih mungkin terjadi. Makanya yang terbaik adalah sama-sama mengakhiri itu. Kemudian kita melakukan visi bresama apa itu fakta integritas,” ucapnya.

Untuk menghindari adanya polarisasi, kata Ade Irfan, maka pemilu yang akan datang jangan hanya dua pasangan calon.

"Risikonya akan besar jika calon sedikit,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya