Berita

Duet Ganjar-Puan dinilai lebih oke ketimbang Puan-Andika/Net

Politik

Survei Median: Ganjar-Puan Lebih Mumpuni Ketimbang Puan-Andika Perkasa

SENIN, 01 AGUSTUS 2022 | 16:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, lebih punya peluang ketika disandingkan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ketimbang dengan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa.

Penilaian ini muncul setelah lembaga survei Media Survei Indonesia (Median) mensimulasikan skenario pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024. Di mana pasangan Ganjar Pranowo yang disandingkan dengan Puan Maharani menduduki peringkat ketiga.

Dalam hasil survei Median, angka netizen Facebook yang menginginkan pasangan calon presiden dan wakil presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo-Puan Maharani, sebanyak 16,5 persen.


Sementara, saat disandingkan dengan Andika Perkasa, Puan hanya mendapatkan 13,4 persen.

“Kita simulasikan empat skenario. Skenario pertama ada duet Puan-Andika Perkasa dari PDIP itu sebanyak 13,4 persen, kemudian skenario kedua ada duet Puan-Ridwan Kamil sebanyak 14,0 persen, skenario ketiga ada Ganjar-Puan sebanyak 16,5 persen, dan Puan-Sandiaga sebanyak 13,6persen,” papar peneliti senior Median, Ade Irfan Abdurrahman, saat menyampaikan hasil surveinya di Kawasan Jakarta Pusat, Senin (1/8).

“Poros PDIP yang memegang golden ticket untuk bisa mencalonkan sendirian, dalam hal ini kami menguji variasi Puan Maharani yang bisa dipasangkan dengan Andika Perkasa, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Ganjar Pranowo. Hasilnya, pasangan Ganjar-Puan menduduki posisi ketiga setelah Prabowo-Cak Imin, dan Anies-AHY,” sambungnya.

Survei ini menggunakan rancangan nonprobability sampling, dengan kuesioner berbasis google form disebarkan melalui media sosial Facebook. Dengan target pengguna aktif Facebook berusia 17 hingga 60 tahun, yang disebarkan pada 21-27 2022, hasilnya sebanyak 1.500 responden yang tersebar di 34 provinsi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya