Berita

Ketua DPR Nancy Pelosi/Net

Dunia

Penembakan Marak Terjadi, DPR AS Loloskan RUU Larangan Senjata Semi-Otomatis

SABTU, 30 JULI 2022 | 16:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah kasus penembakan yang marak terjadi di Amerika Selatan (AS) akhir-akhir ini, DPR AS pada Jumat(29/7) meloloskan rancangan undang-undang untuk menghidupkan kembali larangan senjata semi-otomatis.

Rancangan ini dianggap sebagai upaya pihak AS untuk dapat mengendalikan senjata api yang sempat menjadi pembicaraan masyarakat luas tentang pengendalian senjata api di negara ini.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mendorong pengesahan RUU itu di DPR yang dikuasai oleh Partai Demokrat, namun menurut kabar rancangan undang-undang ini kemungkinan tidak akan lolos di pihak Senat.


Banyak partai yang menuduh bahwa upaya ini hanya sebagai strategi Partai Demokrat menjelang tahun pemilihan. Partai Republik yang menuduh strategi ini lantas menolak langkah tersebut. Hampir semua Republikan menganggap ini sebagai perampasan senjata dan memberikan suara yang menentang RUU tersebut, yang disahkan dengan suara 217-213. Kemungkinan pemungutan suara RUU itu akan terhenti di Senat dengan 50-50.

Ketua DPR Nancy Pelosi mendorong pemungutan suara ke arah pengesahan di DPR yang dikuasai Demokrat dengan mengatakan, larangan sebelumnya "menyelamatkan nyawa". Sebelumnya, selama 10 tahun AS pernah memberlakukan larangan senjata api. Larangan itu berhasil menurunkan angka penembakan massal.

“Ketika larangan itu berakhir pada tahun 2004, penembakan massal meningkat tiga kali lipat,” kata pernyataan itu, seperti dikutip dari India Today.

RUU itu muncul pada saat meningkatnya kekhawatiran tentang kekerasan senjata dan penembakan — penembakan supermarket di Buffalo NY, pembantaian anak-anak sekolah di Uvalde Texas, penembakan empat Juli di Highland Park, serta penembakan massal di perkemahan.

Sementara menurut Ketua Komite Aturan DPR, Rep. Jim McGovern mengatakan larangan senjata yang akan disahkan ini bukan tentang mengambil hak Amandemen Kedua Amerika dan bukan pula perampasan senjata, namun ia menyebut ini tentang memastikan bahwa anak-anak juga memiliki hak "untuk tidak tertembak di sekolah".

Presiden Joe Biden yang berperan penting dalam membantu mengamankan larangan senjata semi-otomatis mendesak pengesahan RUU itu dan berjanji akan menandatangani RUU jika mencapai mejanya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya