Berita

Presiden Ranil Wickremesinghe/The Week

Dunia

Presiden Sri Lanka Ajak Partai Oposisi Gabung dalam Pemerintahan

SABTU, 30 JULI 2022 | 08:12 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe pada Jumat(28/7) telah memulai negosiasi dengan partai-partai oposisi untuk membujuk mereka agar bergabung dengan pemerintahan yang dipimpinnya. 

Menteri Kehakiman, Wijeyadasa Rajapakshe mengatakan, mereka telah mengundang semua pihak untuk membentuk pemerintahan semua partai. Upayanya ini dianggap sebagai bagian dalam membangun kembali kepercayaan publik pada pemerintahannya serta memulihkan ekonomi negara yang terpuruk.

Menurut kabar dari Daily Miror, pembicaraan ini diharapkan dapat selesai dalam satu minggu ke depan.


Sebelumnya pada Kamis, Wickremesinghe mengadakan pertemuan dengan Partai Kebebasan Sri Lanka(SLFP) dan bertemu dengan mantan presiden Miathripala Sirisena.

Menurut laporan, oposisi utama Partai Samagi Jana Balawegaya(SJB) menolak untuk gabung dengan pemerintah. Sedangkan, beberapa anggota parlemennya sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan pihak yang berkuasa secara individu.

Sementara partai Front Kebebasan Nasional (NFF) yang dipimpin oleh MP Wimal Weerawansa menyatakan akan terus mendukung presiden Sri Lanka itu. Ia lebih lanjut mengatakan Presiden Wickremesinghe telah mengambil langkah yang tulus untuk membangkitkan negara dari jurang keterpurukan. Oleh karena itu partainya siap untuk membantu presiden dalam menghadapi krisis terlepas dari perbedaan atau permusuhan politik di masa lalu. Diketahui, pada 20 Juli lalu NFF mendukung Dullas Alahapperuma dalam pemilihan presiden.

Presiden Wickremesinghe terpilih sebagai presiden dengan mayoritas suara berasal dari anggota parlemen Sri Lanka Podujana Peramuna (SLPP).  Saat ini di dalam kabinet tersebut dikabarkan hanya ada dua anggota non-SLPP yang diangkat pada Jumat lalu. Namun secara konstitusional, kabinet dapat diperpanjang hingga 30 anggota.

Dikutip dari The Week, pemerintah saat ini berharap bisa membentuk DPR yang damai dan tidak menimbulkan perpecahan kembali atas persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya