Berita

Bama negara bagian Borno, timur laut Nigeria/Net

Dunia

Tiga Belas Pemulung Logam Tewas Akibat Ledakan Bom

RABU, 27 JULI 2022 | 14:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Tiga belas pengumpul besi tua dan logam tewas di negara bagian Borno, timur laut Nigeria setelah sebuah bom Alat Peledak Improvisasi (IED) yang telah mereka gali meledak pada Senin(25/7).

Menurut laporan dari Babakura Kolo pada Selasa(26/7), seorang pemimpin milisi lokal itu mengatakan enam belas pemulung logam dari kamp pengungsi di Bama menemukan bom saat sedang menggali rongsokan di semak-semak pinggiran kota.

“Bom itu meledak ketika mereka mendorongnya ke dalam gerobak menuju kota, menewaskan 13 dari mereka, sementara tiga lainnya terluka parah," lapornya.


Sementara laporan dari Bukar Grema, anggota satgas yang juga merupakan asisten Kolo mengatakan IED itu tidak aktif selama tujuh tahun lamanya yang telah dikubur di dalam pasir. Namun para pemulung logam berhasil menggalinya, tanpa mengetahui bahwa itu adalah sebuah bom.

Kolo mengatakan persenjataan itu tampaknya dijatuhkan pada 2015 selama operasi militer untuk merebut kembali Bama dari kelompok bersenjata Boko Haram.

Konflik ini diawali oleh kelompok bersenjata Boko Haram yang pada tahun 2014 mengambil alih wilayah di utara Borno dan mendeklarasikan kekhalifahan. Kemudian pada Maret 2015 militer Nigeria merebut kembali wilayah tersebut setelah operasi darat dan udara besar-besaran.

Setelah tiga tahun kemudian, penduduk yang saat itu melarikan diri, mulai kembali ke wilayah mereka, banyak dari mereka yang tinggal di kamp-kamp pengungsian karena kota itu telah hancur secara substansial selama pertempuran terjadi.

Sebagian besar para pengungsi mencari nafkah dengan menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar dan mengais-ngais potongan logam untuk dijual kembali.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya