Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Survei: Wanita Muslim Bercadar Hadapi Diskriminasi di Jerman, Belanda, Spanyol

RABU, 27 JULI 2022 | 10:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini mengungkap fakta bahwa wanita Muslim bercadar  di Jerman, Belanda, dan Spanyol, menghadapi lebih banyak diskriminasi daripada yang lain ketika melamar pekerjaan.

Survei yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Utrecht di Belanda, Universitas Oxford di Inggris, dan Pusat Penelitian Integrasi dan Migrasi di Jerman ini dilakukan bersamaan dengan isu diskriminasi yang kian berkembang yang dihadapi oleh minoritas agama yang mencari pekerjaan di tiga pasar tenaga kerja Eropa.

Kantor berita Anadolu melaporkan hasil survei tersebut diterbitkan dalam sebuah artikel yang ditayangkan oleh Oxford Academic dengan judul “Mengungkap Diskriminasi: Eksperimen Lapangan tentang Hambatan yang Dihadapi Wanita Muslim di Jerman, Belanda, dan Spanyol.”


Survei dilakukan dengan menilik CV (curriculum vitae) masing-masing pelamar. Kemudian melihat bagaimana tanggapan perusahaan atau majikan saat menemukan foto pelamar yang menggunakan hijab maupun yang tidak.

Eksperimen ini menggunakan “penyelarasan lintas negara” bertujuan untuk menunjukkan sejauh mana tanggapan yang diterima orang-orang ini dari perusahaan yang berbeda.

Hasil di Belanda membuktikan bahwa 35 persen wanita berjilbab mendapat tanggapan dari majikan sementara angka ini naik menjadi 70 persen di antara mereka yang tidak memakainya.

Di Jerman, hasil menunjukkan bahwa 25 persen dari kandidat bercadar menerima tanggapan.

“Muslim dianggap oleh masyarakat luas sebagai kelompok yang sulit untuk diintegrasikan, terutama karena sikap peran gender konservatif dan tingkat religiusitas yang tinggi, yang tampaknya bertentangan dengan nilai-nilai Eropa dan gaya hidup sekuler masyarakat Barat,” ujar para peneliti dalam artikel tersebut.

Hasil ini mengungkapkan bukti kuat bahwa wanita Muslim bercadar didiskriminasi di Jerman dan Belanda, tetapi hanya ketika mereka melamar pekerjaan, terutama pekerjaan yang berkaitan dengan kontak langsung dengan pelanggan.

“Namun, di Spanyol, tingkat diskriminasi terhadap perempuan Muslim bercadar jauh lebih kecil daripada di dua negara lainnya,” kata para peneliti.

Untuk memberikan data statistik, penelitian tersebut menggarisbawahi bahwa 48,5 persen wanita Muslim bercadar menerima tanggapan dari majikan di pasar tenaga kerja Belanda sementara jumlah ini menurun menjadi 34,5 persen di antara wanita Muslim bercadar.

Di Jerman, meskipun pemberi kerja menanggapi lamaran pekerjaan dari separuh wanita Muslim yang tidak berjilbab, mereka tidak memberikan tanggapan apa pun kepada 75 persen wanita Muslim berjilbab.

Ada alasan mengapa para pelamar kerja di Inggris dan Norwegia tidak memasang foto mereka di CV saat melamar pekerjaan, mengingat masalah “diskriminasi tingkat tinggi” terhadap Muslim.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya