Berita

Sejumlah PKL mengadu ke DPRD Kota Medan/Ist

Nusantara

Lapaknya Dibongkar Pemkot, Puluhan PKL Curhat ke DPRD Medan

RABU, 27 JULI 2022 | 01:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) dari kawasan Jalan Panglima Denai, Simpang Jalan Selambo, Medan Amplas mengadu ke DPRD Kota Medan, Senin (25/7).

Mereka keberatan dengan pembongkaran lapak berjualan yang dilakukan oleh aparat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.

Kehadiran para pedagang diterima langsung sejumlah anggota DPRD Medan Fraksi PKS. Di antaranya, Ketua Fraksi PKS Syaiful Ramadhan, Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, serta anggota DPRD lainnya seperti Diyaul hayati, Rudiawan Sitorus, Rudiyanto Simangunsong, dan Irwansyah.


Dalam pertemuan tersebut, para pedagang mengaku sempat histeris saat pembongkaran dilakukan karena tidak dilakukan dengan cara-cara yang persuasif.

"Pembongkaran dilakukan secara tiba-tiba, pihak kelurahan dan Kepling bersama P3SU kelurahan Amplas membongkar lapak jualan para pedagang, saat mereka berjualan. Para pedagang histeris karena saat mereka menggoreng dan minyak keadaan panas, pihak kelurahan dengan arogan membongkar lapak mereka tanpa ampun," kata salah seorang pedagang Zulkhaidir, seperti diwartakan Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (26/7).

Diakuinya, para pedagang di kawasan itu selama ini sudah nyaman berjualan, namun pihak kelurahan tiba-tiba membongkar dengan paksa.

"Harapan kami, justru harusnya pihak kelurahan membantu pedagang dengan pemberian modal dan kemudahan bukan menyusahkan pedagang," harapnya.

Disampaikan Zulkhaidir, para pedagang berharap bisa kembali berjualan seperti sebelumnya dengan difasilitsi tenda atau seperti sebelumnya.

"Jika tidak mereka berharap lurahnya dan kepling lebih baik dicopot, karena menyusahkan rakyat tanpa memberikan solusi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Saiful Ramadhan menyampaikan, Fraksi PKS akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti permasalahan ini.

"Termasuk dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Camat Medan Amplas, dan Lurah Kelurahan Amplas agar segera menyelesaikan permasalahan ini," pungkasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya