Berita

Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab, Azis Yanuar/RMOL

Politik

Soal Pilpres 2024, Kuasa Hukum: HRS Fokus Jalani Masa Pembebasan Bersyarat, Kita Tunggu Komandonya

SELASA, 26 JULI 2022 | 17:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ulama kharismatik Habib Rizieq Shihab (HRS) masih belum memikirkan pilihan politik menjelang Pilpres 2024. Untuk saat ini, HRS masih harus menunaikan syarat administratif setelah dinyatakan bebas bersyarat oleh Ditjen PAS Kemenkumham pada Rabu (20/7).

Demikian disampaikan Kuasa Hukum HRS Azis Yanuar saat menjadi narasumber dalam serial diskusi Kantor Berita Politik RMOL, Teras Politik bertajuk “Dinamika Politik Setelah HRS Bebas” pada Selasa siang (26/7).

"HRS pribadi, serta keluarga itu fokus pada pembebasan bersahabat yang saat ini beliau jalani. Artinya posisinya beliau tidak sama dengan kita masyarakat biasa, beliau terikat ketentuan proses administrasi, aturan hukum yang diatur Permenkumham," ujar Azis Yanuar.


"Kita tidak mau mengganggu proses daripada fokus urusan besar kita, fokus PB (pembebasan bersyarat) HRS," imbuhnya.

Namun begitu, Azis Yanuar menuturkan pihaknya tidak anti terhadap politik praktis. Sebab, politik itu sangat menentukan nasib bangsa Indonesia ke depannya.

Selaras dengan itu, dia menegaskan bahwa pihaknya beserta para pecinta HRS dan masyarakat hanya menunggu komando mengenai Pilpres 2024.

"Untuk membahas politik dan semacamnya itu belum ada gambaran. Beliau fokus untuk kemanusiaan, penegakan hukum berkeadilan dakwah pendidikan. Akan tetapi ke masyarakat tetap sebagaimana saya sering ulang-ulang satu komando HRS," tuturnya.

“Komandonya seperti apa itu kita tunggu saja nanti. Bisa menunggu itu (usai Pembebasan Bersyarat HRS). Yang jelas program ini sampai Juni 2024,” demikian Azis Yanuar.

Selain Azis Yanuar, turut hadir menjadi narasumber dalam serial diskusi mingguan ini yakni Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya