Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah/Net

Politik

Menyoal Jokowi Effect, IPO: Hanya Pengaruhi Kelompok Penggerak, Tidak Berpengaruh pada Pemilih Langsung

SELASA, 26 JULI 2022 | 16:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Istilah "Jokowi Effect" yang belakangan ramai dibahas, sengaja digaungkan kelompok tertentu untuk mensinyalkan loyalitas. Tetapi, istrilah itu tidak akan berpengaruh secara luas.

Begitu dikatakan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengenai adanya Jokowi Effect yang disebut-sebut akan mempengaruhi Pemilu 2024 mendatang, Selasa (26/7).

"Presiden Jokowi punya dampak terhadap kelompok-kelompok penggerak pemilih, tetapi tidak ada dampak pada pemilih langsung," kata Dedi.


Menurutnya, kelompok penggerak pemilih yang dimaksud misalnya relawan, kelompok yang berkepentingan melakukan propaganda,. Namun, gambaran suara pemilih sebenarnya diwakili dalam bentuk survei opini publik.

"Dalam skema survei pasti tentu melakukan asesmen terhadap preferensi politik responden. Kita bisa memastikan bahwa pemilih bukan saja punya hak memilih, mereka memang mengikuti perkembangan politik saat survei itu dilakukan," terangnya.

Menurutnya, kalaupun ada pihak lain yang mempengaruhi pilihan pemilih, umumnya mereka adalah komunitas atau orang yang dekat.

Bahkan, kata Dedi lagi, sekalipun Presiden Jokowi terang-terangan menunjuk capres dan cawapres pilihannya, tidak akan menimbulkan efek yang luar biasa untuk mendongkrak elektabilitas maupun popularitas si calon.

"(Kalaupun elektabilitas capres tertentu tinggi) itu hanya mungkin karena apa yang disarankan Jokowi sudah sesuai dengan pilihan responden," demikian Dedi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya