Berita

Menteri Dalam Negeri Serbia Aleksandar Vulin/Net

Dunia

Mendagri Serbia Ngaku Ditekan Intel Asing Atas Sikap Netralnya Terhadap Rusia dan China

SELASA, 26 JULI 2022 | 10:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah pernyataan meluncur dari Menteri Dalam Negeri Serbia Aleksandar Vulin yang mengaku ditekan sebuah badan intelijen asing utama atas sikapnya terhadap Rusia dan China.

“Salah satu badan intelijen terbesar di dunia,  mengatakan kepada saya bahwa sikap saya tidak dapat diterima dan bahwa jika saya tidak mengubahnya dan tidak meninggalkan kebijakan yang saya ambil mereka akan melakukan segalanya untuk mencoreng saya," kata Vulin, seperti dikutip dari RT, Senin (25/7).

Vulin menyebutkan salah satu cara untuk mencoreng namanya adalah dengan kampanye media yang diperkirakan akan dimulai minggu depan.


Meskipun ada tekanan, menteri mengatakan dia menolak untuk bekerja sama dengan mata-mata asing dengan cara apa pun.

"Saya tidak bekerja dan tidak akan bekerja untuk siapa pun kecuali untuk rakyat Serbia, negara Serbia, dan saya tidak akan sepenuhnya setia kepada siapa pun, kecuali presiden semua orang Serbia, Aleksandar Vucic," kata Vulin.

Menteri kemudian mendesak presiden negara itu untuk menjaga Serbia tetap netral, serta menjaga hubungan baik dengan Rusia dan China, terlepas dari tekanan eksternal.

Pejabat tinggi Serbia telah berulang kali mengatakan negara itu menghadapi tekanan asing yang meningkat di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Beograd, bagaimanapun, telah menolak untuk bergabung dengan sanksi anti-Rusia atau tindakan bermusuhan lainnya oleh Barat kolektif, mempertahankan bahwa Serbia akan terus mengejar kepentingannya sendiri, sambil menjaga hubungan lama dengan Moskow.

Vulin telah mengambil posisi yang sangat kuat di tengah krisis yang sedang berlangsung. Awal Juli, menteri tersebut mengatakan AS dan Uni Eropa telah secara terbuka menekan Serbia untuk menjadi “prajurit NATO” untuk menjadi “seseorang yang ingin terlibat dalam konflik dengan Rusia.”

“Kami sangat jelas: Kami tidak akan terlibat dalam konflik dengan Rusia, kami tidak akan terlibat dalam perang orang lain, kami tidak akan menjadi prajurit orang lain,” katanya saat itu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya