Berita

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo/RMOL

Politik

Ketua MPR Pastikan Tidak Ada Amandemen UUD 45 pada Periode Pemerintahan Saat Ini

SENIN, 25 JULI 2022 | 20:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rapat gabungan antara MPR, DPR, dan DPD telah menyepakati pembentukan panitia adhoc untuk pembahasan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) melalui jalur konvensi.

Badan Pengkajian MPR RI menemukan adanya terobosan baru untuk menghindari adanya amandemen UUD 45, dikarenakan situasi politik yang tidak memungkinkan untuk perubahan atau mengamandemen atas UU lantaran dinamika politik yang cukup tinggi.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan bahwa terobosan tersebut berpijak pada argumentasi dari Pasal 100 ayat (2) tata tertib MPR RI bahwa ketetapan MPR dapat dilakukan melalui konvensi ketatanegaraan yang bisa mengikat ke dalam maupun keluar.


Hal ini yang mendasari laporan dari badan pengkajian MPR RI yang diterima secara bulat oleh seluruh fraksi di MPR, DPR serta perwakilan dari kelompok DPD RI.

Untuk selanjutnya, membentuk panitia adhoc yang terdiri dari 10 orang pimpinan MPR dan 45 dari fraksi DPR RI, serta kelompok DPD RI yang akan memutuskan, dan akan disampaikan hasil keputusannya pada rapat sidang paripurna awal September mendatang.

"Karena tidak mungkin kita sisipkan di sidang tahunan (untuk diputuskan), tanggal 16 Agustus," ujar Bamsoet usai rapat gabungan di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (25/7).

"Maka kita buat sendiri karena ada pandangan fraksi dan seterusnya, maka dilakukan antara tanggal 5 atau 7 September mendatang untuk pengambilan keputusan pembentukan panitia adhoc sebagai alat kelengkapan mpr untuk mencari bentuk hukum," terangnya lagi.

Nantinya, kata Bamsoet, jika sudah diputuskan oleh panitia adhoc, maka akan diputuskan dalam sidang paripurna mendatang setelah September.

Hal ini, untuk ditentukan apakah nanti bentuknya berupa UU atau melalui konvensi ketatanegaraan yang lebih mengikat dan lebih tinggi kedudukannya.

“Karena kita juga sepakat konvensi itu adalah melibatkan seluruh lembaga tinggi negara termasuk lembaga kepresidenan, plus unsur daripada parpol dan kelompkk DPD. Ya melalui konvensi ketatanegaraan, sebagaimana anggaran yang kita lakukan yaitu sidang tahunan atau sidang rapat tahunan gabungan,” katanya.

Ditegaskan kembali oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, mengenai adanya amandemen UUD 1945, pada periode pemerintah ini, tidak memungkinkan untuk dilakukan.

"Amendemen karena tensi politik dan dinamika cukup tinggi, maka kita cari terobosan baru dan kita berpijak dengan pijakan pasal 100 tatib kita bisa lakukan konvensi ketatanegaraan. Tidak mungkin di periode ini, kita melakukan amandemen kelima,” demikian Bamseot.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya