Berita

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo/RMOL

Politik

Ketua MPR RI: Parlemen Setuju Panitia Adhoc PPHN Dibentuk Lewat Konvensi

SENIN, 25 JULI 2022 | 14:06 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

MPR, DPR dan DPD melakukan rapat gabungan untuk menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya dan disepakati untuk membentuk panitia adhoc pembentukan pokok-pokok haluan negara (PPHN), di Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (25/7).

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyampaikan dalam rapat kali ini semua elemen sepakat untuk menyelesaikan tahapan pembahasan PPHN sebagai tindak lanjut dari pada hasil kerja badan pengkajian.

"Jadi badan pengkajian tadi melaporkan tentang substansi pokok-pokok negara di mana ini adalah pelaksanaan daripada rekomendasi MPR periode lalu kepada periode kami,” ucap Bamsoet di lokasi.


Ia mengatakan bahwa hal menarik dari rapat gabungan ini adalah badan pengkajian telah menemukan suatu terobosan baru untuk menghindari adanya  amandemen UUD 45 kelima.

“Karena situasi politik hari ini tidak memungkinkan kita melakukan perubahan atau amendemen atas UUD karena dinamika politik yang cukup tinggi,” katanya.

Atas terobosan tersebut, parlemen sepakat berpijak pada argumentasi atau dasar hukum Pasal 100 dalam tata tertib ayat 2 bahwa ketetapan MPR dapat dilakukan melalui konvensi ketatanegaraan yang bisa mengikat ke dalam maupun keluar.

"Inilah yang tadi laporan daripada badan pengkajian diterima secara bulat oleh rapat gabungan yang terdiri dari 9 fraksi plus perwakilan kelompok DPD yang selanjutnya adalah pembentukan panitia adhoc yang terdiri dari 10 pimpinan MPR dan 45 dari fraksi fraksi dan kelompok DPD.

"Yang nanti akan diputuskan pengambilan keputusanya dalam rapat sidang paripurna awal September mendatang,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya