Berita

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga/RMOL

Politik

Pertanyakan Prestasi Ganjar, Trimedya Panjaitan Lebih Objektif Dibanding Hasto

MINGGU, 24 JULI 2022 | 20:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politisi senior PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mempertanyakan apa prestasi yang diraih Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Di sisi lain, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto malah mempertanyakan prestasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, padahal masyarakat Indonesia khususnya DKI Jakarta telah banyak merekam prestasi Anies selama ini.
Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berpendapat, cara berpikir Trimedya jauh lebih objektif dibandingkan rekannya di PDIP Hasto Kristiyanto. Sebab, Hatso berani menilai rekannya di dalam satu partai tanpa memandang tokoh lain yang menjadi rival partainya untuk 2024 mendatang.

“Trimeddya telah menyingkirkan pemikiran sempit sehingga ia dapat menilai Ganjar lebih jernih dan objektif. Trimedya tidak melihat Ganjar sebagai kader PDIP, tapi menilainya sebagai seorang pejabat,” tegas Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/7).

“Trimeddya telah menyingkirkan pemikiran sempit sehingga ia dapat menilai Ganjar lebih jernih dan objektif. Trimedya tidak melihat Ganjar sebagai kader PDIP, tapi menilainya sebagai seorang pejabat,” tegas Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/7).

Menurutnya, Trimedya lebih lugas dibandingkan Hasto. Hal itu menunjukkan kapasitas Trimedya lebih negarawan dengan mengkritisi rekannya sendiri dbandingkan tokoh lain.

“Trimedya Panjaitan yang dengan lugas mengakui tidak tahu prestadi Ganjar Pranowo selama dua periode menjadi Gubernur Jawa Tengah. Trimedya telah menunjukan kapasitasnya sebagai elit politik nasional,” katanya.

Mantan Dekan FIKOM IISIP ini menambahkan, Hasto beda kelas dengan Trimedya dalam memandang politik nasional.

"Jadi, Hasto tampaknya kalah kelas dengan Trimedya dalam menilai pejabat publik. Hasto lebih menggunakan kacamata kuda saat menilai Anies. Cara Hasto tersebut telah menurunkan marwahnya sebagai elite politik,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya