Berita

Jurnalis China, Zeng Ying ketika menangis saat melaporkan pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe/Net

Dunia

Dibully karena Menangis Saat Liput Pembunuhan Shinzo Abe, Jurnalis China Coba Bunuh Diri

MINGGU, 24 JULI 2022 | 11:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Seorang jurnalis China dilaporkan mencoba untuk bunuh diri karena dibully usai menangis selama siaran langsung untuk melaporkan pembunuhan mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Adalah Zeng Ying, jurnalis China yang menerima kritikan hebat. Ia diejek habis-habisan oleh warganet China karena menunjukkan emosinya ketika siaran langsung di media online The Shanghai Paper.

Ia dianggap tidak mempertimbangkan sikap orang-orang China yang sensitif mengenai Jepang dan Abe.


“Saya bingung melihat Anda menangis, apakah Anda orang China?” tulis salah satu komentar di Weibo.

“Anda menangisi seorang sayap kanan Jepang yang tidak menghormati sejarah invasi China, seorang Jepang yang tidak menghormati China!” tulis yang lainnya.

Dikabarkan South China Morning Post, perusahaan Ying di Tokyo membenarkan bahwa ia mengalami sakit secara fisik dan psikologis. Ia juga dirawat di rumah sakit akibat serangan bully tersebut.

Di media sosial, temannya Ying, Chen Lan membagikan dugaan catatan bunuh diri jurnalis tersebut.

Pada awalnya, Ying menulir permintaan maaf di akun media sosial Weibo miliknya.

"Maaf atas kurangnya sikap profesionalisme yang menempatkan perasaan pribadi di platform publik ini," tulis Ying.

Abe dibunuh dengan ditembak dua kali ketka menyampaikan pidato kampanye di Kota Nara, Jepang pada 8 Juli. Ia meninggal dunia usai dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan intensif.

Di Weibo, sejumlah warganet China justru merayakan meninggalnya Abe, dan menyebut pembunuhnya sebagai pahlawan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya