Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Cari Pengganti Pasokan Gas Rusia, Uni Eropa Dekati Nigeria

MINGGU, 24 JULI 2022 | 06:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Uni Eropa tampaknya sudah menemukan alternatif pasokan gas dari Rusia, di tengah memburuknya hubungan antara blok tersebut dan Moskow karena perang di Ukraina.

Wakil Direktur Departemen Energi Komisi Eropa, Matthew Baldwin mengatakan pihaknya tengah mengupayakan mendapat pasokan gas tambahan dari Nigeria, produsen migas terbesar Afrika.

Berbicara kepada Reuters pada Minggu (24/7), ia menyebut Nigeria meningkatkan keamanan di Delta Niger dan berencana untuk membuka kembali pipa Trans Niger setelah Agustus, yang akan menghasilkan lebih banyak ekspor gas ke Eropa.


"Uni Eropa mengimpor 14 persen dari total pasokan LNG dari Nigeria dan ada potensi lebih dari dua kali lipat," kata Baldwin.

Selama ini, produksi minyak dan gas di Nigeria terhambat oleh pencurian dan perusakan jaringan pipa, membuat terminal produsen gas Nigeria LNG Ltd di Pulau Bonny beroperasi pada kapasitas 60 persen.

“Jika kita bisa mendapatkan hingga di atas 80 persen, pada saat itu, mungkin ada tambahan LNG yang bisa tersedia untuk kargo spot yang akan datang ke Eropa,” tambah Baldwin.

Nigeria NLG dimiliki oleh perusahaan minyak negara NNPC Ltd, Shell, TotalEnergies dan Eni.

Pada awal pekan, Komisi Eropa mengatakan negara-negara anggota Uni Eropa harus mengurangi penggunaan gas mereka sebesar 15 persen dari Agustus hingga Maret. Target awalnya akan bersifat sukarela, tetapi akan menjadi wajib jika Komisi menyatakan keadaan darurat.

Tahun lalu, Nigeria mengekspor 23 miliar meter kubik (bcm) gas ke Uni Eropa, tetapi angka tersebut telah menurun selama bertahun-tahun. Pada 2018 blok tersebut membeli 36 bcm LNG dari Nigeria.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Kasus Video CCTV Restoran, Nabilah O’Brien Siap Hadiri RDPU Komisi III DPR

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:16

Indeks Utama Wall Street Berguguran Saat Perang Diprediksi Berlangsung Lama

Sabtu, 07 Maret 2026 | 08:03

Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pasar Saham, Ini Sektor yang Paling Terdampak

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:49

Bursa Eropa Terguncang: Harga Energi Melonjak, Saham Berguguran

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:38

Putin Diduga Bantu Iran Bidik Aset Militer AS di Timur Tengah

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:21

Menkeu Berencana Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:03

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bedah Pemikiran Islam Bung Karno: Posisi RI di Board of Peace Jadi Sorotan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:32

Roy Suryo Cs Berpeluang Besar Lolos dari Jerat Hukum

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:19

Kalam Kiai Madura

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:13

Selengkapnya