Berita

Lesi inokulasi utama untuk infeksi cacar monyet/Net

Dunia

WHO Kembali Pertimbangkan Memasukkan Cacar Monyet sebagai Krisis Global

JUMAT, 22 JULI 2022 | 11:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komite darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali melakukan sidang untuk mempertimbangkan apakah akan menyatakan cacar monyet sebagai krisis global.

Pertemuan kedua itu terjadi ketika beberapa ilmuwan mengatakan bahwa perbedaan mencolok antara wabah di Afrika dan di negara maju akan memperumit respons terkoordinasi.

Para pejabat Afrika mengatakan mereka sudah memperlakukan epidemi benua itu sebagai keadaan darurat. Tetapi para ahli di tempat lain mengatakan bahwa cacar monyet versi ringan di Eropa , Amerika Utara dan sekitarnya membuat deklarasi darurat tidak perlu bahkan jika virus tidak dapat dihentikan.


Pejabat Inggris misalnya, yang baru-baru ini menurunkan penilaian mereka terhadap penyakit tersebut, mengingat tingkat keparahannya yang rendah.

"Saya tetap prihatin dengan jumlah kasus, di semakin banyak negara, yang telah dilaporkan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada komite darurat saat pertemuan berlangsung, seperti dikutip dari AP, Jumat (22/7).

Sementara mengaku lega karena banyak wilayah yang mencatat penurunan jumlah kasus cacar monyet di beberapa negara, ia tetap khawatir karena di tempat lain virus itu masih meningkat dan bahwa enam negara melaporkan infeksi pertama mereka minggu lalu.

Cacar monyet telah bercokol selama beberapa dekade di beberapa bagian Afrika tengah dan barat, di mana hewan liar yang sakit kadang-kadang menginfeksi orang-orang di daerah pedesaan dalam epidemi yang relatif terkendali.

Di Eropa, Amerika Utara dan sekitarnya, penyakit tersebut telah beredar setidaknya sejak Mei di antara pria penyuka sesama jenis dan biseksual. Epidemi di negara-negara kaya itu kemungkinan dipicu oleh seks di dua pesta di Spanyol dan Belgia.

Beberapa ahli khawatir perbedaan ini dan perbedaan lain mungkin dapat memperdalam ketidakadilan medis yang ada antara negara miskin dan kaya.

Sekarang ada lebih dari 15.000 kasus cacar monyet di seluruh dunia.  

Sementara Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan negara-negara lain telah membeli jutaan vaksin, tidak ada yang pergi ke Afrika, di mana versi cacar monyet yang lebih parah telah menewaskan lebih dari 70 orang.  

Negara-negara kaya sendiri belum melaporkan kematian cacar monyet.

 "Apa yang terjadi di Afrika hampir seluruhnya terpisah dari wabah di Eropa dan Amerika Utara," kata Dr Paul Hunter, profesor kedokteran di University of East Anglia Inggris yang sebelumnya memberi nasihat kepada WHO tentang penyakit menular.

Badan kesehatan PBB mengatakan minggu ini bahwa di luar Afrika, 99 persen dari semua kasus cacar monyet yang dilaporkan terjadi pada pria dan di antaranya, 98 persen pada pria penyuka sesama jenis.

Namun, penyakit ini dapat menginfeksi siapa saja yang dekat, kontak fisik dengan pasien cacar monyet, terlepas dari orientasi seksual mereka.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya