Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Gudang Pertahanan Makin Kosong, Belanda Bakal Setop Bantuan Senjata ke Ukraina

JUMAT, 22 JULI 2022 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Belanda diprediksi tidak bisa lagi memasok bantuan militer ke Ukraina setelah Menteri Pertahanan Christophe van der Maat mengatakan bahwa gudang persenjataan mereka semakin menipis.

Berbicara selama wawancara dengan media nasional, Van der Maat mengatakan pihaknya sebenarnya ingin terus membantu, namun saat ini militer Belanda telah mencapai batas dari apa yang dapat mereka lakukan untuk mendukung Ukraina dengan peralatan.

"Gudang Pertahanan semakin kosong," kata Menhan, seperti dikutip dari NL Times, Jumat (22/7).


Belanda ingin membantu. Tapi garasi kami tidak penuh. Semakin membuat stres apa yang bisa kita lakukan," ujarnya.

Menhan mengatakan itu menjadi dilema tersendiri bagi Belanda.

"Perang di Ukraina secara langsung mempengaruhi kepentingan kami. Namun dukungan tersebut semakin berdampak pada Angkatan Bersenjata Belanda," katanya.

Sebagai contoh Van der maat menyebutkan 18 howitzer lapis baja yang diberikan Belanda kepada Ukraina.

“Di sana, Anda sudah bisa melihat dampaknya pada atau pelatihan sendiri. Dampak itu pada diri kita sendiri akan terus tumbuh," ujarnya.

Angkatan Bersenjata Belanda berjuang dengan kekurangan yang signifikan bahkan sebelum perang di Ukraina.

“Ketika saya mulai sebagai Sekretaris Negara, saya terkejut dengan itu,” kata Van der Maat.

“Saya tidak berpikir dunia luar menyadari apa yang kami minta dari Pertahanan. Jika Belanda diserang di wilayahnya sendiri, Pertahanan hanya dapat berpartisipasi selama beberapa hari," katanya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya