Berita

Perdana Menteri Italia Mario Draghi/Net

Dunia

Mattarella Bubarkan Parlemen Setelah Draghi Kembali Mengundurkan Diri, Italia Segera Gelar Pemilihan Umum

JUMAT, 22 JULI 2022 | 06:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Italia akan segera menghadapi pemilihan umum setelah Presiden Sergio Mattarella membubarkan parlemen pada Kamis (21/7) waktu setempat.

Pembubaran terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Mario Draghi kembali mengundurkan diri, menyusul boikot mosi tidak percaya yang dilakukan tiga mitra koalisinya.

Mattarella tidak menetapkan tanggal pemilihan, tetapi mengatakan bahwa pemungutan suara harus dilakukan dalam waktu 70 hari, sesuai dengan konstitusi Italia.


Keputusannya untuk membubarkan parlemen terjadi setelah upayanya mempertahankan Draghi gagal.

Draghi, yang sebelumnya memimpin Bank Sentral Eropa, mengumumkan pengunduran dirinya pada pekan lalu,  setelah mitra koalisi terbesarnya dalam Gerakan Bintang Lima yang populis menarik dukungan mereka darinya. Namun, ketika itu Mattarella menolak tawarannya untuk mundur.

Draghi kemudian kembali mengajukan pengunduran dirinya pada Kamis. Pria 74 tahun itu secara resmi menyerahkan pengunduran dirinya kepada Mattarella, tetapi ia akan tetap memimpin pemerintah sampai pemilihan.

Draghi dilantik oleh Mattarella pada tahun 2021 untuk mengarahkan Italia melalui pemulihan pasca-pandemi, dan memimpin pemerintahan koalisi yang luas. Namun, tiga partai dalam koalisi ini memboikot mosi tidak percaya di Senat Italia pada Rabu (20/7), meninggalkan mantan bankir itu tanpa mandat.

Rakyat Italia awalnya akan memberikan suara dalam pemilihan umum tahun depan, tetapi Mattarella mengatakan bahwa dia membuat keputusan untuk mengadakan pemungutan suara lebih awal karena tidak ada kemungkinan bahwa Draghi dapat mengumpulkan cukup dukungan untuk memimpin pemerintahan sampai saat itu.

Gerakan Bintang Lima terus-menerus mengkritik Draghi atas meningkatnya biaya hidup di Italia, dan menuntut lebih banyak bantuan negara untuk keluarga dan usaha kecil.

Pemimpin Gerakan Bintang Lima Giuseppe Conte juga mengecam Draghi atas kebijakannya mempersenjatai Ukraina, yang memiliki lebih sedikit dukungan publik di Italia daripada banyak negara Eropa lainnya.

Draghi adalah perdana menteri kedua di Eropa yang mundur dalam beberapa minggu, setelah Boris Johnson dari Inggris, yang dijatuhkan oleh serangkaian skandal dan krisis biaya hidup.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya