Berita

Orang-orang memindahkan puing-puing di lokasi sebuah bangunan pangkalan militer yang, menurut pasukan darat Ukraina, dihancurkan oleh serangan udara Rusia/Net

Dunia

Konflik Rusia-Ukraina Sebabkan Krisis Besar, China Desak AS dan NATO Ikut Menahan Diri

KAMIS, 21 JULI 2022 | 15:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah China kembali menyatakan keprihatinan atas konflik militer antara Rusia dan Ukraina dan menyerukan agar pihak-pihak yang terlibat, termasuk AS dan NATO, agar menahan diri dan segera melakukan gencatan senjata.

Berbicara di Forum Keamanan Aspen di Colorado, Duta Besar China untuk AS Qin Gang mengatakan pada Rabu (30/7) bahwa konflik yang sedang berlangsung di Ukraina telah meluap dan menyebabkan berbagai krisis, termasuk penurunan ekonomi, masuknya migran, dan kekurangan energi dan makanan.

“Jadi yang diminta China adalah gencatan senjata segera, dimulainya kembali pembicaraan damai. Semua pihak yang terlibat harus dilibatkan, termasuk antara Rusia dan AS dan sekutu NATO-nya,” kata Qin, seperti dikutip dari AFP, Kamis (21/7).


Dia meminta kedua pihak untuk duduk tenang demi menemukan jalan keluar dari dilema yang akan didasarkan pada prinsip saling mengakomodasi kepentingan sah satu sama lain.

“Hanya dengan demikian kita dapat mencapai perdamaian dan kita dapat memulihkan keamanan di Eropa yang harus stabil, harus komprehensif, harus seimbang, efektif dan berkelanjutan,” kata diplomat itu, seraya menambahkan bahwa posisi ini juga dimiliki oleh negara-negara berkembang lainnya.

"Beijing percaya bahwa kedaulatan nasional dan integritas teritorial semua negara harus dihormati dan bahwa masalah keamanan yang sah dari semua negara harus ditanggapi dengan serius," kata Qin.

Sementara itu, dua hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba menyatakan bahwa negosiasi damai dengan Moskow akan masuk akal hanya setelah kekalahan Rusia di medan perang. Itu seolah menggemakan pernyataan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, yang mengklaim bahwa, perang di Ukraina akan dimenangkan di medan perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menanggapi pernyataan Kuleba dengan mengatakan bahwa pemerintah Ukraina tidak mencari perdamaian untuk negara itu dan, alih-alih berbicara dengan Rusia, memilih untuk bernyanyi bersama "lagu" Washington.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya menuduh AS dan sekutunya secara aktif bertaruh pada perang yang berkelanjutan dan tidak membiarkan Kiev berpikir atau berbicara tentang atau mendiskusikan perdamaian.

Moskow dan Kiev memulai pembicaraan damai empat hari setelah dimulainya serangan militer Rusia di Ukraina pada akhir Februari. Kedua belah pihak telah mengadakan beberapa putaran secara langsung di Belarus dan kemudian melanjutkanpembicaraan melalui tautan video.

Pada akhir Maret, delegasi dari Rusia dan Ukraina bertemu sekali lagi, di Istanbul. Namun, sejak itu, pembicaraan terhenti.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya