Berita

Diskusi yang digelar PDI Perjuangan memperingati peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996/Ist

Politik

Masih Membekas, Sekjen PDIP Minta Aktor Intelektual Peristiwa Kudatuli Diungkap Tuntas

KAMIS, 21 JULI 2022 | 12:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tragedi Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli merupakan peristiwa bersejarah yang kelam bagi demokrasi di Tanah Air.

Kala itu, kantor DPP PDI (saat ini PDIP) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri diserang secara brutal oleh massa pendukung Seorjadi, Ketua Umum versi kongres Medan dibantu aparat polisi dan TNI. Tragedi berdarah itu terjadi di era rezim otoriter Soeharto.

Tragedi tersebut masih terekam jelas bagi Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang saat itu masih bekerja di perusahaan BUMN.


“Saat itu saya masih kerja di BUMN sebelum terjadi serangan. Ada dua batas, dua jalan ini. Kemudian hari Sabtu, melihat ada berbagai orasi-orasi, karena saya masih pegawai BUMN saya hanya bisa melihat," jelas Hasto dalam diskusi publik Memperingati Kudatuli, Kamis (21/7).

“Suatu bentuk protes, gerakan moral, yang kemudian menjadi gerakan yang maha dahsyat. Jadi, suatu gerakan arus bawah menjadi titik balik dari kekauasaan otoriter yang dibangun dengan cara-cara yang tidak benar,” sambung Hasto.

Meskipun kini menjadi partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut, PDIP meminta tragedi Kudatuli harus diusut aktor intelektualnya hingga tuntas. Sebab, peristiwa berdarah itu menelan banyak korban.  

“Karena itulah DPP PDIP mengharapkan kepada Komnas HAM, pemerintah, dan Kejaksaan Agung betul-betul mengungkap siapa aktor intelektual yang berada di balik serangan kantor PDI,” pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya