Berita

Presiden Recep Tayyip Erdogan/Net

Dunia

Turki akan Luncurkan Operasi Militer Baru di Suriah, Minta Dukungan Iran dan Rusia

KAMIS, 21 JULI 2022 | 09:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Operasi militer baru di Suriah utara akan menjadi agenda Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan hal itu dalam konferensi pers baru-baru ini. Ia mengatakan, teror gerilyawan Kurdi masih terus menimbulkan ancaman keamanan bagi negaranya.

“Operasi baru di Suriah utara akan tetap menjadi agenda sampai kekhawatiran keamanan nasional kami berkurang," kata Erdogan, sekaligus menyesalkan langkah AS mengirim pasukannya ke timur sungai Efrat yang menurutnya bisa membantu kekuatan para milisi kurdi yang dianggap Angkara sebagai teroris.

Erdogan baru saja kembali dari Teheran. Ia melakukan pertemuan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang membhasa banyak hal, mulai dari ekpor gandum Ukraina, keamanan regional, dan juga konflik di Suriah.


Erdogan mencari dukungan untuk operasi militer Turki terhadap pejuang Kurdi Suriah yang didukung AS.

Masalah milisi Kursi menjadi masalah tahunan yang harus dihadapi pemerintahan Erdogan. Menurut Ankara, mereka merupakan perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan atau PKK yang dilarang di Turki.

Operasi Militer yang direncanakan Turki termasuk melanjutkan upaya Turki untuk menciptakan zona aman 30 km di sepanjang perbatasan dengan Suriah dan memungkinkan pemulangan pengungsi Suriah dari Turki, kata Erdogan.

Turki telah meluncurkan tiga operasi lintas batas utama ke Suriah sejak 2016 dan telah menguasai beberapa wilayah di utara, seperti dilaporkan Arab News.

"Kami ingin Rusia dan Iran di samping kami dalam melawan organisasi teror 30 kilometer selatan perbatasan kami. Mereka harus memberi kami dukungan yang diperlukan,” kata Erdogan, seperti dikutip dari TASS.

Media Turki melaporkan bahwa operasi baru itu diperkirakan akan melibatkan hingga 50.000 prajurit Turki dan 5.000 gerilyawan 'Tentara Pembebasan Suriah'.

Menurut laporan, operasi itu akan memberi Turki kendali penuh atas 600 km petak perbatasan dengan Suriah. Ankara membenarkan perlunya operasi baru dengan ancaman dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan cabang militer mereka, Unit Pertahanan Rakyat (YPG).

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya