Berita

Rishi Sunak dan Liz Truss/Net

Dunia

Kandidat Calon PM Inggris Tersisa Dua Nama: Sunak Unggul di Parlemen, Truss Juarai Survei

KAMIS, 21 JULI 2022 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dua nama kandidat perdana menteri Inggris akhirnya muncul setelah proses pemilihan terakhir di parlemen pada Rabu (20/7). Sesuai prediksi, mantan menteri keuangan Rishi Sunak dan Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss unggul di putaran kelima. Keduanya akan bertarung untuk meraih kursi yang ditinggalkan Boris Johnson.

Sunak, yang disebut-sebut sebagai penyebab mundurnya Johnson berhasil memimpin di semua putaran pemungutan suara di antara anggota parlemen Konservatif. Sementara Truss, sejauh ini telah memperoleh keuntungan di antara 200.000 anggota partai yang memilihnya.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Truss akan mengalahkan Sunak dalam kontes anggota partai, membuka peluang bahwa partai memilih akan seorang pemimpin yang bukan pilihan paling populer bagi anggota parlemen di Westminster.


Truss berterima kasih kepada para pendukungnya.

"Saya siap untuk memulai dari hari pertama," katanya di Twitter, seperti dikutip dari AFP.

Hal yang sama dilakukan Sunak di akun Twitternya.

"Bersyukur rekan-rekan saya telah mempercayai saya hari ini. Saya akan bekerja siang dan malam untuk menyampaikan pesan kami di seluruh negeri," cuitnya.

Penny Mordaunt, yang tersingkir dari pemilihan Rabu, meminta partai itu untuk bersatu setelah kontes kepemimpinan yang sering kali buruk sejauh ini.

"Politik tidak mudah. ​​Ini bisa menjadi tempat yang memecah belah dan sulit," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kita semua sekarang harus bekerja sama untuk menyatukan partai kita dan fokus pada pekerjaan yang perlu dilakukan," ujarnya.

Kini kedua finalis tersisa akan memulai perjalanan selama berminggu-minggu di seluruh negeri sebelum menjadi anggota partai.

Dan siapa pun yang menang ketika hasilnya diumumkan pada 5 September akan mewarisi beberapa kondisi paling sulit di Inggris dalam beberapa dekade. Di mana inflasi akan mencapai 11 persen setiap tahun, pertumbuhan terhenti, aksi industri meningkat dan pound mendekati posisi terendah bersejarah terhadap dolar.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya