Berita

Aksi protes anti-pemerintah di Sri Lanka/Net

Dunia

Neighbourhood First, India Jadi yang Terdepan dalam Upaya Penyelamatan Sri Lanka

SELASA, 19 JULI 2022 | 12:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hampir ditinggal sendirian di tengah jurang krisis, Sri Lanka mendapatkan uluran tangan dari India. New Delhi muncul sebagai pemberi pinjaman utama untuk Sri Lanka sejak krisis ekonomi parah menghantam negara tersebut.

Sejak awal tahun ini hingga 30 April 2022, India sudah menggelontorkan pinjaman dan hibah luar negeri dengan total 376,9 juta dolar AS.

Angka tersebut berkali-kali lipat dibandingkan yang dikeluarkan China, yaitu sebesar 67,9 juta dolar AS.


Meski kesulitan untuk mendapatkan pasokan minyak bumi, namun India menandatangani perjanjian senilai 500 juta dolar AS melalui jalur kredit untuk memasok Sri Lanka pada Februari 2022. Kemudian diperluas dengan tambahan senilai 200 juta dolar AS pada April.

Pemerintah Sri Lanka telah membuat pengaturan untuk memobilisasi pembiayaan asing sebesar 1.550,5 juta dolar AS dengan menandatangani empat perjanjian dengan mitra pembangunan asing dan lembaga pemberi pinjaman dari 1 Januari hingga 30 April 2022, untuk mendukung program investasi publik.

Salah satu kesepakatan dilakukan dengan Bank EXIM dan Bank Negara Bagian India untuk impor komoditas penting senilai 1.500 juta dolar AS.

Hingga 30 April 2022, total saldo yang belum dicairkan dari pembiayaan luar negeri yang tersedia dari komitmen pinjaman untuk digunakan dalam 3-5 tahun ke depan, adalah 8.054,3 juta dolar AS.

Mayoritas saldo dicairkan dari India, diikuti oleh Asian Development Bank (ADB), Bank Dunia, China, dan Jepang.

Sejalan dengan kebijakan "neighbourhood first", India sangat aktif membantu Sri Lanka selama krisis ekonominya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya