Berita

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat/Net

Politik

Pimpinan MPR Minta Pemerintah Waspada karena Ancaman Krisis Bukan Isapan Jempol Belaka

SENIN, 18 JULI 2022 | 12:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ancaman krisis global tidak bisa dipandang remeh oleh pemerintah Indonesia. Pemerintah, perlu mempersiapkan langkah antisipasi, meski jumlah masyarakat miskin dalam negeri per Maret 2022 tercatat menurun.

Begitu yang dikatakan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyinggung bahaya krisis global yang akan berdampak serius bagi Indonesia, Senin (18/7).

"Kewaspadaan harus tetap tinggi agar kelompok masyarakat yang berpotensi tidak mampu menghadapi dampak krisis dapat terbantu dengan baik," kata Rerie, sapaan Lestari Moerdijat.


Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data bahwa jumlah orang miskin di Indonesia 26,16 juta orang per Maret 2022 lalu. Angka itu lebih rendah daripada angka September 2021 yang mencapai 26,50 juta orang miskin.

Meski jumlahnya menurun, legislator Fraksi Nasdem ini meminta pemerintah memberikan sejumlah intensif, dan jaringan pengaman sosial yang tepat sasaran. Hal itu dilakukan agar masyarakat kecil mampu bertahan hidup dengan baik di tengah situasi belum menentu saat ini.

"Mengingat setelah Maret 2022 banyak peristiwa terjadi dan sangat mempengaruhi tekanan krisis global, sejumlah upaya untuk melindungi masyarakat terdampak harus segera dipersiapkan dengan baik,” katanya.

Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem ini mengatakan kecepatan dan ketepatan langkah pemerintah jadi kunci sukses dalam upaya mengatasi ancaman dampak krisis global saat ini. Karena itu, akselerasi kesiapan sejumlah faktor pendukung untuk melaksanakan langkah antisipasi terhadap ancaman krisis global tersebut sangat diperlukan.

“Saya sangat berharap kementerian dan lembaga yang bertugas mempersiapkan langkah-langkah antisipasi itu bisa bekerja dan berkolaborasi dengan baik demi melindungi setiap warga negara dari ancaman krisis global saat ini,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya