Berita

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva/Net

Dunia

IMF: Sri Lanka adalah Peringatan untuk Negara-negara yang Banyak Utang

SENIN, 18 JULI 2022 | 08:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negara-negara dengan tingkat utang yang tinggi diharapkan dapat belajar dari pengalaman Sri Lanka, yang saat ini terjerembab dalam krisis dan kebangkrutan.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan Sri Lanka merupakan tanda peringatan bagi negara-negara yang memiliki tingkat utang tinggi dan ruang kebijakan terbatas.

Hal itu disampaikan Georgieva pada pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral (FMCBG) G20 di Indonesia pada Sabtu (17/7).


Ia mengatakan, perang di Ukraina telah menambah harga komoditas dan pangan yang sebelumnya telah berganggu akibat pandemi Covid-19.

Akibatnya, IMF akan memproyeksikan penurunan pertumbuhan ekonomi global untuk 2022 dan 2023 pada akhir bulan ini.

Di samping itu, Georgieva juga menekankan, risiko penurunan pertumbuhan ekonomi lainnya juga masih terbuka sehingga perlunya intervensi kebijakan yang lebih kuat..

"Negara-negara dengan tingkat utang yang tinggi dan ruang kebijakan yang terbatas akan menghadapi tekanan tambahan. Jangan melihat lebih jauh,  Sri Lanka adalah tanda peringatan," ujarnya, seperti dikutip ANI News.

Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948. Terkurasnya cadangan devisa negara membuat Sri Lanka kesulitan membeli makanan, obat, hingga bahan bakar.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya