Berita

Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo/Repro

Politik

PARA Syndicate Ungkap 5 Alasan Diperlukan Peraturan Teknis Penunjukkan Pj Kepala Daerah

MINGGU, 17 JULI 2022 | 17:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Selain putusan Mahkamah Konstitusi (MK), PARA Syndicate mengungkapkan alasan pemerintah harus membuat peraturan teknis soal penunjukkan Penjabat (Pj) Kepala Daerah agar dilakukan secara demokratis dan transparansi.

Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo mengatakan, alasan diperlukannya peraturan teknis soal penunjukkan Pj Kepala Daerah, yaitu adanya kekhususan Pj pada periode 2022 hingga 2024.

Kekhususan Pj Kepala Daerah periode 2022 hingga 2024 kata Ari, yaitu jumlah Pj Kepala Daerah lebih dari separuh daerah Pilkada. Di mana, sebanyak 272 posisi Pj Kepala Daerah dari total 542 daerah yang melaksanakan Pilkada secara nasional.


Selanjutnya yang kedua soal kekhususan Pj Kepala Daerah saat ini adalah, durasi waktu yang lama, bahkan ada yang lebih dari dua tahun.

"Itu menyebabkan bahwa harus ada mekanisme yang mengatur secara khusus bahwa bagaimana setelah setahun habis bisa dipilih kembali, seperti apa syarat dan kondisinya, tentu diperlukan syarat dan kondisi, sehingga penjabat yang bersangkutan bisa dilanjutkan lagi," ujar Ari, Minggu (17/7).

Ari mengulas hal itu dalam diskusi bertajuk "Aturan Penunjukkan Pj Kepala Daerah: Bagaimana Harapan Publik?" yang diselenggarakan secara langsung di kantor Para Syndicate di Jalan Wijaya Timur 3, nomor 2A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan maupun secara virtual, Minggu siang (17/7).

Selanjutnya kekhususan Pj saat ini adalah, karena konteks tahun politik. Sehingga, proses pengisian dan penunjukkan Pj Kepala Daerah bisa menjaga jarak dari intervensi politik terkait kontestasi Pemilu 2024.

Selanjutnya alasan kedua diperlukannya adanya peraturan teknis soal penunjukkan Pj Kepala Daerah adalah, untuk mengkompilasi dan mengintegrasikan aturan-aturan yang sudah ada dal UU, Peraturan Pemerintah dan lainnya menjadi satu aturan teknis.

"Sehingga memudahkan mekanisme pelaksanan dan pengawasannya," kata Ari.

Kemudian alasan ketiga adalah, adanya tuntutan demokrasi dan transparansi. Sehingga, aturan teknis Pj Kepala Daerah menjadikan proses penunjukkan lebih demokratis dan lebih menjamin transparansi publik.

"Alasan keempat adalah merespon putusan MK yang pada 20 April 2022 MK memerintahkan pemerintah untuk menerbitkan peraturan tentang pengisian Pj kepala daerah," jelas Ari.

Terakhir alasan, diperlukannya peraturan teknis soal Pj Kepala Daerah adalah, diperlukannya pelibatan aspirasi dan masukan publik.

"Tentunya kami bersama masyarakat sipil, media, lapisan masyarakat lain itu mengharapkan agar proses pengisian Pj Kepala Daerah berlangsung demokratis, transparan dan akuntabel," terang Ari.

Ari berharap, dengan peraturan pelaksanaan dengan regulasi teknis yang terperinci, akan menyediakan mekanisme dan persyaratan yang jelas dan terukur secara demokratis dan akuntabel dalam penjaringan Pj Kepala Daerah. Selain itu, fungsi kontrol bisa dijalankan dengan baik.

"Bagaimana monitoring dan evaluasi secara berkala yang akuntabel dengan melibatkan DPRD tapi juga partisipasi publik. Jadi kami merasa bahwa, pelibatan DPRD bagus memang diperlukan, tapi perlu juga bagaimana pelibatan partisipasi publik dengan media dan masyarakat sipil," sambung Ari menutup.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya